oleh

Dualisme Pengelolaan Pariwisata Pengaruhi PAD

LINGGAU POS ONLINE, BANDUNG KANAN – Objek wisata di Kota Lubuklinggau saat ini dikelola dua lembaga, yakni Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Linggau Bisa, dan Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Lubuklinggau. Dualisme pengelolaan pariwisata ini berakibat Pendapatan Asli Daerah (PAD) kurang optimal.

PT Linggau Bisa saat ini mengelola parkir di Bukit Sulap, Air Terjun Temam, dan wisata Waterpark. Sedangkan Dispar Kota Lubuklinggau mengelola retribusi masuk objek wisata Bukit Sulap, dan Temam.

Mengingat PT Linggau Bisa merupakan BUMD, Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau tidak menargetkan pendapatan. Sedangkan Dispar Kota Lubuklinggau tetap ditargetkan Rp 40 juta setiap tahunnya.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Lubuklinggau, Imam Senen kepada Linggau Pos, Jumat (6/7) mengatakan tahun 2017 Dispar Kota Lubuklinggau tidak bisa memenuhi target. Begitu juga tahun 2018 kecil kemungkinan target Rp 40 juta bisa tercapai.

“Sedangkan PT Linggau Bisa baru mau hidup,” kata Imam Senen.

Direktur PT Linggau Bisa, H Hartono Djunaidi mengatakan untuk parkir di Bukit Sulap impas dengan gaji karyawan atau juru parkir di lokasi tersebut. Sedangkan, objek wisata Temam dan Waterpark saat ini sepi pengunjung.

Hal ini menjadi alasan PT Linggau Bisa belum bisa memberikan sumbangsi PAD ke Pemkot Lubuklinggau. Berbeda jika pengelolaan objek wisata diserahkan sepenuhnya ke PT Linggau Bisa.

“Kalau kami diberikan kepercayaan penuh tentunya akan ada terobosan-terobosan, kalau masih seperti ini untuk bergerak kami terbatas,” ungkap Hartono Djunaidi.

Diakui H Hartono Djunaidi, PT Linggau Bisa tetap menyetor ke Pemkot Lubuklinggau namun nominalnya masih belum maksimal.

“Sistemnya bagi hasil,” ucapnya.(07)

Rekomendasi Berita