oleh

Dua Titik Kawasan TWA Dipulihkan

 

LINGGAU POS ONLINE – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu melakukan kerja sama dengan masyarakat, melalui program kemitraan dan pemulihan ekosistem di kawasan TWA Bukit Kaba yang terlanjur dibuka sejak puluhan tahun lalu.

Dua titik kawasan yang akan dipulihkan, diantaranya di kawasan Desa Empat Suku Menanti, Kecamatan Sindang Dataran Kabupaten Rejang Lebong dan di kawasan Desa Sengkuang Kabupaten Kepahiang. Kepala Resort Bukit Kaba I Wilayah Rejang Lebong, Nurdin dikonfirmasi Senin (29/7) membenarkan informasi tersebut.

“Untuk tahun 2019 ini kita akan melakukan kemitraan dan pemulihan ekosistem kawasan TWA satu titik di Empat Suku Menanti dan satu titik lainnya di kawasan Sengkuang Kepahiang,” katanya.

Pemulihan ekosistem ini khusus untuk kawasan TWA yang sudah terlanjur dibuka sejak puluhan tahun lalu, dan dimanfaatkan masyarakat seperti perkebunan kopi, aren dan sebagian kecil sayuran.

“Kalau untuk bukaan baru kita tidak menolerir dan akan kita tindak, program ini khusus untuk kawasan yang memang sudah terlanjur dibuka dan dimanfaatkan sejak puluhan tahun lalu,” papar Nurdin.

Kemitraan dan Pemulihan ekosistem ini, masyarakat nantinya akan diberikan bibit-bibit hutan serta tanaman buah-buahan untuk ditanam di areal lahan yang sudah terlanjur dibuka dengan cara tumpang sayur sehingga kelestarian alam bisa terjaga.

“Kalau untuk tanaman hutan nanti bisa sejenis kayu-kayuan Bambang Lanang, Medang dan lainnya, kalau untuk tanaman buah bisa Alpukat, Pala, Durian dan lainnya, Nanti masyarakat juga akan diberikan perlengkapan untuk melakukan penanaman,” tambah Nurdin.

Dari dua titik yang akan dipulihkan, masing-masing titik sasaran seluas 200 hektare.

“Di empat suku menanti nanti ada 200 hektare, di wilayah Kepahiang ada 200 hektare,” katanya.

Dengan adanya kemitraan dan pemulihan ekosistem ini juga, diharapkan kelestarian kawasan TWA bisa terjaga.

“Nanti dalam kerja sama juga akan disampaikan hak dan kewajiban baik masyarakat maupun Negara, salah satu kewajiban masyarakat nanti harus menjaga ekosistem, melarang jika ada pembukaan baru dan patroli bersama,” tambah Nurdin.

Sementara itu, untuk kawasan TWA Bukit Kaba yang sudah terlanjur dibuka sejak puluhan tahun lalu akan dilakukan program yang sama namun secara bertahap. “Tahun 2018 lalu program ini sudah dijalankan di kawasan Sindang Jaya,” tambah Nurdin.(sam)

Rekomendasi Berita