oleh

Dua Rumah Dilalap Api

LINGGAU POS ONLINE, BATU URIP TABA – Si jago merah kembali membakar rumah. Rabu (1/11)  siang pukul 13.00 WIB, kebakaran menggegerkan pengendara juga warga yang berada  di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Batu Urip Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.  Dua rumah warga dilalap api, milik Bani (60) dan anaknya Devi (35).

Dari pantauan Linggau Pos, kediaman Bani dan Devi terdiri dari satu rumah yang disekat. Dengan ukuran 15 x 12 meter.

Menurut penuturan Bani, putra Devi yang baru berusia tiga tahun yang tahu pertama kali ada api di dapur rumah mereka. Saat itu juga istri Bani langsung menggendong cucunya keluar rumah.

“Bini aku sama cucung ini di dalam rumah. Untunglah cucung nih tahu ado api. Laju kami pacak nyelamet diri,” kata Bani.

Dalam hitungan menit, api lekas membesar dan menyambar seisi rumah milik Devi. Bahkan counter, tempat usaha Devi pun ludes ikut dilalap api.

Menurut Bani, sejauh ini ia tak bisa menerka apa sesungguhnya penyebab kebakaran yang melalap dapur rumahnya.

“Kalau gas idak mungkin. Gas bagus, aman. Cuman bisa jadi korsleting listrik,” imbuh Bani.

Melihat api terus merambat, istri Bani nyaris tak sadarkan diri. Ia lemas melihat sebagian isi rumah anaknya juga dapur miliknya terbakar. Warga yang menyaksikan istri Bani langsung melakukan pertolongan untuk membantu wanita 56 tahun itu.

“Api dengan cepat merambat rumah sehingga kami sulit untuk mengeluarkan barang dari rumah, semua hampir habis dilalap api, sebab semua yang hangus kasur dan bantal terletak di bagian tengah rumah,” kata Bani

Kerugian yang ditanggungnya, mencapai ratusan  juta rupiah, sebab dua rumahnya dan konter habis terbakar.

“Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini,  kebakaran ini semoga pelajaran bagi kita semua untuk tetap waspada dan tetap berhati-hati, jika hendak meninggalkan rumah pastikan arus listrik, kompor gas, dan lain-lain semua dalam keadaan mati,” jelasnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Lubuklinggau, Kgs Effendy Feri menjelaskan, dengan adanya kejadian kebakaran kediaman Bani dan Devi,  menambah data jumlah kasus kebakaran di Kota Lubuklinggau.

“Tercatat, tahun 2017, sudah terjadi 22 kasus kebakaran. Sementara tahun 2016, tercatat lebih kurang 15 kasus kebakaran. Jadi memang ada peningkatan,” kata Kgs Effendy Feri .

Dan sampai saat ini, lanjutnya, 75 % masih disebabkan korsleting listrik serta rumah yang ditinggal pemiliknya.

Enggannya pemilik kendaraan lain memberikan jalan, pada saat mobil Damkar menuju lokasi kebakaran diakuinya masih menjadi kendala proses pemadaman api saat kebakaran.

“Padahal informasi yang kita dapatkan, saat ini sudah sangat cepat. Namun kendalanya, ketika di lapangan mobil kita sulit menuju lokasi. Untuk itu selalu kami imbau, masyarakat untuk menepikan kendaraannya ketika mobil Damkar melintas dengan suara sirine. Itu artinya, sedang terjadi kebakaran dan mobil harus cepat tiba di lokasi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kecamatan yang paling rawan kebakaran yakni wilayah Kecamatan Lubuklinggau Timur I dan Lubuklinggau Timur II .

Lalu diikuti  Kecamatan Lubuklinggau Barat I dan II, Kecamatan Lubuklinggau Utara I dan II. Sementara yang jarang terjadi kebakaran di Kecamatan Lubuklinggau Selatan I dan II.

Untuk mengantisipasi kebakaran juga bencana lain, mereka memaksimalkan tujuh armada serta 175 Pekerja Harian Lepas (PHL), untuk membantu masyarakat yang tertimpa musibah kebakaran.

“Armada kita ada tujuh, semua bagus dan bisa digunakan. Personel yang kita kerahkan untuk Damkar ada 175 PHL yang 60%-nya lulusan SMA, selain 40 personel PNS. Guna mempercepat dalam memadamkan api, kita juga membuat empat posko. Posko induk di kantor kita saat ini, di Kelurahan Pasar Satelit dengan tiga armada yang stand by. Posko kedua di wilayah Lubuklinggau Timur, tepatnya di eks Kompi. Ketiga di wilayah Lubuklinggau Utara dan terakhir di wilayah Lubuklinggau Barat, di kompleks perkantoran Pemkot di Kelurahan Kayu Ara. Untuk ketiga posko ini, masing-masing satu armada,” jelasnya.

Masing-masing posko, dilanjutkannya, ada 20-30 personel yang siaga dengan sistem piket.

Sesaat setelah kebakaran, Dinas Sosial (Dinsos) menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran.

Bantuan tersebut berupa dua paket sandang, dua paket lauk pauk B, 2 paket lauk pauk C, 2 paket lauk pauk D, dua matras, 2 paket perlengkapan keluarga, 4 unit tenda, 6 selimut halus, 4 pcs celana panjang dewasa, 4 pcs baju dan celana anak, kebutuhan khusus 2 paket.

“Untuk keterangan dari korban yang kami dapat kerugiannya mencapai Rp 60 juta,” jelas Kepala Dinas Sosial (Kadinsos), AH Ritonga melalui Sekretaris, Indra Syafei, kemarin.

Ia menyampaikan rasa belasungkawa yang dalam terhadap bencana kebakaran yang dialami  korban bencana kebakaran tersebut.

Dinsos mengambil langkah untuk melakukan penyerahan bantuan, membantu meringankan beban korban kebakaran. Selain itu juga bentuk kepedulian Dinsos  kepada warga yang menjadi korban kebakaran.

“Memang jika dilihat bantuan ini tidak begitu banyak, tapi kami dari Dinsos peduli terhadap korban kebakaran. Meskipun jumlahnya tidak banyak, tetapi diharapkan dapat mengurangi penderitaan yang dirasakan oleh warga yang tertimpa musibah tersebut,” kata Indra panggil sapaannya.

“Bantuan itu dari Kementrian Sosial (Kemensos) RI. Dan selanjutnya ada bantuan dari Pemkot kepada korban, yang diserap dari tanggap darurat Kota Lubuklinggau.

Untuk ganti rugi jumlah besarnya para korban kebakaran, Dinsos menunggu laporan dari lurah atau camat setempat,dan berapa jumlah kerugian yang didapat oleh korban kebakaran.

Kemudian akan ditindak lanjut oleh Dinsos, melalui nota Dinas Sosial ke Walikota Lubuklinggau. (19/09/CW01)

Komentar

Rekomendasi Berita