oleh

Dua Prusda Merugi 70 % dari Modal Rp 1 M

“Sayangnya, justru kedua Prusda ini mengalami kerugian. Maka kita sepakat Raperda pencabutan Perda pembentukan dua Prusda ini segera dibahas, dan disahkan. Karena tidak ada alasan lagi untuk mempertahankan kedua Prusda tersebut,”

Jubir Fraksi PKS Supandi

DPRD Mura Sepakat untuk Dibubarkan

LINGGAU POS ONLINE, MUARA BELITI – Delapan Fraksi DPRD Kabupaten Musi Rawas (Mura) sepakat, Rencana Peraturan Daerah (Raperda) pembubaran dua Perusahaan Daerah (Prusda), yakni Prusda Mura Energi dan Mura Makmur untuk dibahas lebih lanjut. Persetujuan pembahasa Raperda pembubaran Prusda itu disampaikan melalui Juru Bicara (Jubir) fraksi, karena kedua Prusda ini tidak berkontribusi bagi Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) Kabupaten Mura.

Pemandangan umum fraksi-fraksi dewan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Mura, dengan agenda mendengarkan pemandangan umum fraksi-fraksi dewan terhadap Raperda tentang Pencabutan Perda Nomor 17 Tahun 2016 tentang Pembentukan Perusahaan Daerah Mura Makmur dan Perda Nomor 18 Tahun 2006 tentang Pembentukan Perusahaan Mura Energi. Rapat dipimpin Wakil Ketua I, Yuzakir Mahmud, dihadiri 21 anggota DPRD serta Wakil Bupati Mura, Hj Suwarti dan seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemkab Mura, Selasa (31/7).

Bahkan terungkap saat rapat paripurna, dua Prusda yang akan dibubarkan ini mengalami kerugian hingga 70 persen dari modal yang sudah dikeluarkan Pemkab Mura, yakni Rp 1 miliar. Hal ini diungkapkan Jubir Fraksi Hanura, Eli Marlina. Menurut Eli Marlina, untuk apalagi dipertahankan.

Fraksi Hanura meminta eksekutif sebelum mencabut dua Perda tentang pembentukan dua Prusda tersebut harus menjelaskan secara rinci mengenai laporan keuangan dan laporan kinerja. Karena selama ini yang dilaporkan eksekutif ke DPRD belum secara rinci. Sementara DPRD perlu mengetahui, apa yang sudah dilakukan dua Prusda tersebut setelah dibentuk. Kemudian mengapa kedua Prusda dibentuk 2006 itu, harus digantikan dengan Prusda baru, PT Mura Sempurna.

“Kita minta, pemerintah segera menyampaikan laporan secara rinci dan secepatnya,” pinta Eli Marlina.

Jubir Fraksi PKS Supandi, menegaskan kalau berdirinya Prusda Mura Energi dan Mura Makmur bukan tanpa alasan, yakni untuk meningkatkan PAD. Sehingga saat didirikan Pemkab Mura tidak tanggung-tanggung menggelontorkan dana hingga Rp 1 miliar, dengan harapan mendapat keuntungan lebih besar.

“Sayangnya, justru kedua Prusda ini mengalami kerugian. Maka kita sepakat Raperda pencabutan Perda pembentukan dua Prusda ini segera dibahas, dan disahkan. Karena tidak ada alasan lagi untuk mempertahankan kedua Prusda tersebut,” jelasnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Mura, Zulkifly Idris membenarkan apa yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD Mura. Dari Rp 1 miliar modal dikeluarkan Pemkab Mura, diawal pembentukan Mura Energi dan Mura Makmur, mengalami kerugian 70 persen dari modal.

Tetapi berdasarkan pemeriksaan BPK RI, tidak ada kerugian yang dialami pemerintah.

“Yang mengalami kerugian adalah perusahaan. Untuk itu, kedua Prusda itu kita usulkan untuk segera dibubarkan. Untuk menambah PAD, kedepannya kita usulkan pembentukan Prusda baru, yakni PT Mura Sempurna,” jelasnya. (13)

Rekomendasi Berita