oleh

Dua Madrasah Numpang UNBK di MA Al-Muhajirin

LINGGAU POS ONLINE, F TRIKOYO – Dua Madrasah, yakni MA Miftahul Huda Desa Kosgoro dan MA AL Ikhlas Desa Lubuk Tua numpang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di MA Al-Muhajirin.

Bersama 264 siswa siswi MA Al-Muhajirin, 12 peserta didik MA Miftahul Huda dan 18 peserta didik dari MA AL Ikhlas mengikuti UNBK sejak Senin 9 April sampai Kamis 12 April 2018 mendatang.

Kepala MA Al-Muhajirin, Miswandi saat dibincangi Linggau Pos, Selasa (10/4) menjelaskan, tahun lalu memang belum ada madrasah yang numpang UNBK di MA Al-Muhajirin.

“Alhamdulillah, kami ada 120 komputer. Jadi bisa digunakan juga bagi teman-teman madrasah lain untuk UNBK.  Komputer-komputer ini kami siapkan di tiga laboratorium komputer,” jelas Miswandi.

Kemarin,  peserta UNBK di sekolah yang telah terakreditasi A ini dikunjungi Kasi Penmad Kanwil Sumsel, Marwansyah, Kasi Penmad Kemenag Musi Rawas Saukani dan anggota Polsek Tugumulyo.

UNBK per mata pelajaran dilakukan dalam 3 sesi. Masing-masing sesi berdurasi sama yaitu dua jam. Ujian untuk sesi pertama dimulai pukul 07.30 WIB, sesi kedua pukul 10.30 WIB, dan sesi ketiga dimulai pada pukul 14.00 WIB.

Selepas pengumuman UNBK Mei 2018 mendatang, MA Al-Muhajirin akan membuka Penerimaan Siswa Baru (PSB).

“Kami siapkan 10 lokal untuk peserta didik baru. Per lokal kuotanya hanya 36 siswa, itu maksimal. Syarat masuknya, nanti ada Tes Baca Alquran. Tes Salat Lima Waktu dan Tes  Pengetahuan Islam,” jelasnya.

Selain MA Al-Muhajirin, sekolah ini juga memiliki Kampus B yakni MAK Al-Muhajirin di Desa G1 Mataram, Kecamatan Tugumulyo.

“Kalau MAK, kami buka satu lokal saja. Ini siswa siswinya jurusan IPA. Tapi ada ekskul khusus yang difasilitasi. Yakni dalam Teknik Kendaraan Bermotor. Kerja sama dengan perusahaan multi nasional. Setiap alumninya, sebagian besar memang potensial membuka bengkel sendiri,” jelasnya.

Di akhir perbincangan, Miswandi menegaskan seluruh biaya kuliah di MA Al-Muhajirin gratis. Sehingga, siswa tidak dibebani biaya sedikit pun.

“Semua di-back up dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” imbuhnya. (02)

Rekomendasi Berita