oleh

Dua Kecamatan Tidak Ikuti Ajang BG4L

LINGGAU POS ONLINE, EMPAT LAWANG – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Empat Lawang, Mgs A Nawawi menegaskan, ada dua kecamatan yang tidak ikuti ajang pemilihan Bujang Gadis Empat Lawang(BG4L).

Keduanya Kecamatan Sikap Dalam dan Kecamatan Ulu Musi. Ia tidak mengetahui pasti, apa alasan dua Kecamatan tersebut tidak mengirimkan perwakilannya.

Ia menjelaskan, semua tahapan pemilihan BG4L sudah diumumkan, Mulai 15 sampai 29 April tahapan pendaftaran, 30 April sampai 4 Mei 2018 tahap audisi tingkat kecamatan, sampai pelaksanaan malam grand final yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) Pemkab Empat Lawang, Sabtu (12/5).

“Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, audisi tahun ini kami laksanakan di kecamatan-kecamatan. Kita bagi menjadi lima wilayah, dengan harapan setiap kecamatan ada wakil dalam pemilihan BG4L tahun ini. Sayangnya, masih ada dua Kecamatan yang tidak mengirimkan wakilnya,” tegas Nawawi.

Di malam grand final, Jhody Febriansyah perwakilan Kecamatan Saling dan Melina Puspita Sari, perwakilan dari Kecamatan Tebing Tinggi, dinobatkan sebagai BG4L terbaik 1. Sementara, Elvin Rivaldo perwakilan Kecamatan Tebing Tinggi dan Seleste Mayang Sari wakil Kecamatan Tebing Tinggi, menjadi Bujang Gadis terbaik kedua, serta Wanda Almada wakil Kecamatan Tebing Tinggi dan Santi Oki Putri wakil Kecamatan Muara Pinang, menjadi Bujang Gadis terbaik ketiga.

Selanjutnya, Feyter Aya Tullah perwakilan Kecamatan Saling dan Ela Juliani perwakilan Kecamatan Pendopo Barat, menjadi Bujang Gadis Empat Lawang Favorit.

Sementara itu saat menyampaikan sambutannya, Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, Sahrial Podril mewakili Bupati Empat Lawang, menyampaikan permohonan maafnya atas ketidakhadiran Bupati Empat Lawang, H Syahril Hanafiah dalam acara ini.

“Walaupun tanpa kehadiran pak bupati, saya harap pelaksanaan acara ini tetap meriah,” harapnya.

Diapun mengaku cukup nervous (gugup), pasalnya baru kali ini membuka acara semeriah ini, apalagi di hadapan wanita-wanita cantik yang hadir di acara ini.

“Ini membuktikan, bahwa Kabupaten Empat Lawang banyak yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng dan juga berprestasi. Tidak kalah dengan (daerah) lain,” ungkapnya.

Apalagi dilanjutkannya, untuk menjadi juara dalam Pemilihan Bujang Gadis Kabupaten Empat Lawang, tidak hanya cantik atau pintar saja, juga harus memiliki budi pekerti yang baik.

“Kalau cantik saja tidak pintar, saya rasa pasti memengaruhi penilaian dewan juri, demikian juga sebalik. Jadi, harus lengkap ke tiga-tiga kriteria itu. Saya berpesan agar dewan juri harus adil dalam melakukan penilaian,” ungkapnya. (10)

Rekomendasi Berita