oleh

Dua Kecamatan di Muratara Banjir

LINGGAUPOS.CO.ID – Sejak Senin (27/4/2020) kemarin Selasa (28/4/2020) debit air Sungai Rupit dan Sungai Rawas terus naik hingga membuat dua kecamatan dilanda banjir. Yakni Kecamatan Rawas Ilir dan Kecamatan Karang Dapo.

Informasi yang dihimpun dari dua Kecamatan tersebut, tiga desa terparah direndam banjir, yakni di Desa Karang Dapo 1 dan Kelurahan Karang Dapo Kecamatan Karang Dapo. Serta Desa Mandi Angin di Kecamatan Rawas Ilir.

Akibat banjir tersebut, puluhan rumah warga juga ikut terendam banjir, dengan ketinggian air di pemukiman padat penduduk dan jalan utama desa, mencapai paha orang dewasa.

Apriansyah (27) warga Desa Karang Dapo, menerangkan air mulai merendam wilayah kelurahan karang dapo sudah sejak Senin (27/04) sekitar pukul 14.00 WIB air sudah setinggi mata kaki.

Namun pada malamnya debit air terus naik hingga merendam beberapa wilayah seperti Desa Karang Dapo 1 ikut terdampak banjir. Sebab pada Senin (28/04) sekitar pukul 02.00 Wib dini hari kembali hujan.

“Warga harus waspada dan berhati-hati karena debit air ini terus naik hingga saat ini,” kata Apriansyah.

Dampak banjir tersebut, ia mengatakan bahwa belum ada keluhan dari masyarakat mengalami kerugian akibat banjir ini. Namun yang membuat khawatir masyarakat air belum surut curah hujan kembali datang.

“Hal inilah membuat kami khawatir takutnya hujan kembali dengan deras. Dan warga mulai kesulitan air bersih hingga terserang penyakit kulit akibat banjir,” ujar ia.

Terpisah Kepala BPBD Muratara, Syarmidi melalui Posdalpos Penanggulangan Banjir Rahmad, membenarkan bahwa banjir tersebut akibat luapan beberapa anak sungai serta sungai Rawas dan Sungai Rupit.

“Banjir ini juga disebabkan intensitas curah hujan yang tinggi di wilayah kita Muratara. Mengakibatkan aliran sungai meluap dan banjir melanda permukiman warga,” kata ia.

Terkait hal itu, pihaknya telah turun ke lapangan dan melihat langsung kondisi warga. Dan apa yang terjadi pihaknya akan dlaporkan kepada Bupati Muratara. “Banjir ini telah kami cek kelapangan dan hasilnya nanti akan kami laporkan ke Pemda Muratara,” tutupnya. (*)
Sumber: Musirawas Ekspres

Rekomendasi Berita