oleh

Dua Desa Baru Bisa Nikmati Jaringan 4G

LINGGAU POS ONLINE, SELANGIT – Desa Taba Tengah dan Desa Taba Remanik, Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas (Mura) akhirnya sudah bisa menikmati akses jaringan internet 4G. Jaringan itu di pancar dari tower yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura, pada April 2018 kemarin.

Tower tersebut terletak di Desa Taba Tengah, lebih kurang dengan luas 5×10 meter dan ketinggian 50 meter. Hal ini dibenarkan warga Desa Taba Remanik, Dien (25) yang mengaku saat ini sudah bisa menikmati jaringan 4G. Hanya saja diakui Dien, ketika malam sinyalnya masih sering mengalami gangguan. Disebabkan, masih ada tower mini yang menyala.

“Dibandingkan dengan di wilayah dekat ibukota, sinyal internetnya masih lemah. Tapi lumayan, kami sudah bisa menggunakan handphone Android, dan bisa membuka Facebook atau WhatsApp,” kata Dien, kepada koran ini, Jumat (18/5).

Sebelumnya ia hanya memiliki handphone dengan jaringan 2G saja. Itu pun mencari sinyalnya harus mencari dataran tinggi, seperti perbukitan, atau naik di atas pohon.

“Di desa ini tidak ada sinyal, tidak terhitung lagi sudah beberapa tahun, bahkan ratusan tahun. Pada hal zaman sudah maju, baru sekarang menikmati jaringan ini” keluh Dien.

Tambah Dien, meski pun di desanya baru menikmati jaringan. Namun ia tetap bersyukur, karena jika mau menelepon tidak bersusah payah lagi untuk mencari ke dataran tinggi, cukup di dalam rumah saja.

“Kami sangat bersyukur di desa kami sudah bisa menikmati jaringan internet tanpa batas, terkadang pada malam hari ada mengalami gangguan jaringan. Namun itu bukan menjadi halangan bagi kami menikmati akses internet,” imbuhnya.

Terpisah Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Kadis Kominfo) Mura, Bambang Hermanto mengatakan pengajuaan usulan bantuan ke pusat terkait pembangunan BTS (Bess Transeper Station). Dimana fungsinya untuk memperkuat signal dan kapasitas serta jangkauannya lebih luas.

“Tujuan dibangun penguat sinyal untuk penyediaan jaringan internet. Sehingga, semakin banyak desa yang bisa menggunakan jaringan telekomunikasi seperti telepon seluler. Karena memang di desa itu masih tidak ada jaringan telekomunikasi telepon seluler dan lainnya (Blankspot),” ungkapnya.

Sebab tambah Bambang, walaupun ada harus ke dataran tinggi atau keluar dari desa. Sehingga, belum mampu mengatasi jumlah desa blankspot.

“Kita masih tetap berupaya, termasuk meminta kepala desa (Kades) di Mura, yang di desanya belum ada akses jaringan agar bisa menganggarkan melalui dana desa. Sehingga, mampu mengatasi permasalahan jaringan telekomunikasi ini” tegas Bambang. (04)

Rekomendasi Berita