oleh

Dua Calon Kades Tolak Hasil Pilkades F Trikoyo

LINGGAUPOS.CO.ID – Diduga ada indikasi kecurangan dan kelalaian yang dilakukan Panitia Pilkades di Desa F Trikoyo, Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas, membuat dua orang Calon Kepala Desa, yakni Zuriyanto dan Mashuri, menolak hasil Pilkades, yang dilaksanakan Kamis (8/4/2021).

Salah seorang tokoh masyarakat F Trikoyo kepada linggaupos.co.id, Jumat (9/4/2021) mengatakan, beberapa indikasi kecurangan dalam pelaksanaan Pilkades di Desa F Trikoyo tersebut diantaranya, adanya sejumlah surat suara yang tidak ditandatangani oleh Panitia Pilkades.

Selain itu, tambah dia, Panitia Pilkades setempat juga diduga tidak menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan penularan Covid-19 di lokasi tempat pemungutan suara (TPS).

“Seluruh pemilih dikumpulkan dalam satu gedung. Sehingga menimbulkan kerumunan dengan mata pilih 2000 jiwa lebih,” beber tokoh masyarakat yang minta namanya dirahasikan ini.

Bahkan, kata dia, ada sekira 571 pemilih yang tidak bisa menyalurkan hak pilihnya, lantaran kecewa dengan kondisi TPS yang dianggap terlalu berkerumun dan lama mengantri. Bahkan hingga pukul 15.00 WIB, yang membuat banyak pemilih meninggalkan lokasi.

“Lalu, ada juga perjanjian dengan panitia pelaksana jika ada calon pemilih yang sakit akan jemput bola. Nyatanya tidak dilaksanakan,” ungkapnya.

Ada sekitar tujuh orang yang sakit dirumah dan itu adalah bagian dari simpatisan calon Mashuri tapi panitia tidak mengakomodir untuk mendatanginya untuk menyalurkan hak pilihnya. “Tentunya ini merugikan kami,” ujar Mashuri, yang merupakan calon kader nomor urut 1.

Selanjutnya juga ada kecurangan panitia dimana surat suara dianggap rusak karena tidak ada tandatangan panitia. Padahal itu keteledoran dari panitia sendiri, sehingga suara yang semestinya mencoblos calon kades nomor urut 3, Zuriyatno dianggap rusak.

Sementara itu, saat dikonfirmasi ke salah seorang Panitia Pilkades Desa F Trikoyo, Histori, mengaku kurang memahami maksud indikasi kecurangan dan kelalaian yang dilontarkan salah seorang tokoh masyarakat setempat tadi.

“Kurang tau mas kalau masalah kecurangan. Sebab, saya hanya anggota panitia saja mas,” ujar Histori.

Histori juga mengaku, hingga Kamis malam, pihaknya masih mengadakan rapat koordinasi dengan sejumlah instansi terkait Pilkades Desa F Trikoyo guna membahas pelaksanaan Pilkades di wilayah tersebut.

Atas persoalan itulah, Calon Kades nomor urut 1 Mashuri dan nomor urut 3 Zuriyatno, menyatakan menolak hasil pilkades tersebut. Kemudian meminta kepada panitia desa, kecamatan atau kabupaten untuk membatalkan hasil perolehan suara.

Serta menuntut adanya pemungutan suara ulang. Karena ini kecurangan yang luar biasa. Pendidikan demokrasi ditingkat desa saja sudah berani curang padahal ini tidak melibatkan partai politik

“Jelas sekali ini pelanggaran berat dan meminta kepada panitia kabupaten jika terbukti kami minta calon yang melakukan kecurangan didiakualifikasi,” kata Zuriyatno yang diamini Mashuri. (*)

Rekomendasi Berita