oleh

Dua ASN Nyaleg

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau yang mengajukan pensiun dini. Mereka adalah H Murtin sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perizinan dan Layanan Terpadu Satu Pintu Kota Lubuklinggau, dan Fauzi yang tadinya Staf Ahli Setda Kota Lubuklinggau.

Kabar ini disampaikan Sekda Kota Lubuklinggau, H Rahman Sani, Kamis (13/7).

H Rahman Sani mengaku kedua PNS tersebut memasuki pensiun Desember 2018 mendatang, ia mengakui keduanya berniat untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPRD.

“Informasinya memang mau nyaleg tapi itu urusan pribadi mereka, surat pensiun dini sudah disetujui,” tegas Rahman Sani, kemarin.

Diakui Rahman Sani, karena kedua PNS ini pensiun dini jabatan yang ditempati keduanya saat ini kosong. Dalam waktu dekat segera ditunjuk Pelaksana Tugas (Plt).

“Kalau staf ahli tidak begitu mendesak, tapi kalau perizinan secepatnya kita carikan Plt,” ungkap Rahman Sani.

Pengamat Hukum Regional, Kurniawan Azhari menjelaskan ada tiga faktor yang membuat ASN maju di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Pertama, ada pengabdian yang tidak bisa dilakukannya ketika jadi ASN, dan itu bisa dilakukan ketika menjadi legislatif. Kedua, jaminan kesejahteraan yang menjanjikan, karena sudah jadi rahasia umum jadi anggota legislatif terjamin kesejahteraannya.

Ketiga, panggilan nurani, untuk kembali berbuat untuk masyarakat, karena ingin mengabdi kepada masyarakat karena sudah pensiun sebagai ASN, atau sudah memasuki Masa Pra Pensiun (MPP), sehingga memutuskan untuk nyaleg.

Menurut Kurniawan, sapaan akrab Kurniawan Azhari, apalagi selama menjabat sebagai ASN yang bersangkutan sudah memiliki modal sosial, karena dikenal masyarakat banyak. Serta memiliki upaya politik yang sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari, sebelum masa pencalonan legislatif.

“Sebenarnya bukan kejadian yang istimewa kalau mantan pejabat birokrasi ikut nyaleg, karena ia sudah memiliki modal yang cukup memadai untuk ikut berkontestasi,” kata Kurniawan Azhari.

Namun, bila ASN yang bersangkutan masih aktif dan belum memasuki MPP, butuh kajian lagi untuk berkontestasi di dunia politik. Sebab, tidak ada jaminan bisa terpilih menjadi anggota legislator, karena sudah memiliki modal sosial dan cost politik. Sebagai gambaran, incumbent anggota legislator tidak sampai 50 persen terpilih lagi dilegislatif, artinya butuh perjuangan yang ekstra keras untuk bisa terpilih menjadi anggota legislatif. (01/07)

Rekomendasi Berita