oleh

Dua Anggota PPK Mundur

LUBUKLINGGAU – KPU Kota Lubuklinggau dikagetkan dengan mundurnya dua orang Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Lubuklinggau, Selasa (29/1). Padahal, proses pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara tidak lama lagi, yakni pada 17 April 2019. Anggota PPK Lubuklinggau Timur I yang mengundurkan diri tersebut, yakni Satria dan Gempa.

Komisioner KPU Kota Lubuklinggau Divisi SDM dan Parmas, Andre Affandi mengatakan pengunduran diri kedua anggota PPK tersebut telah diterima, berikut dengan alasan pengunduran diri. Dan berdasarkan surat pengunduran diri tersebut diketahui, kalau pengunduran diri yang mereka lakukan karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, Satria diterima bekerja di wilayah Provinsi Bengkulu, sedangkan Gempa diterima di Departemen Agama (Depag).

Menurut Andre, proses pengunduran diri keduanya akan diproses sesuai petunjuk dari KPU RI maupun KPU Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Jadi, pihaknya belum bisa memastikan apakah pengunduran diri mereka diterima atau ditolak. Sebab, pengunduran diri dilakukan keduanya saat pelaksanaan Pemilu 2019 kurang lebih tinggal 88 hari lagi. Selain itu, keduanya mengundurkan diri dari kecamatan yang sama, otomatis jumlah anggota PPK yang mestinya lima orang, jadi tiga orang. Hal ini, dikhawatirkan dapat mengganggu pelaksanaan proses tahapan-tahapan Pemilu yang akan berjalan.

“Kita bekerja sesuai aturan, yang jelas dalam waktu dekat akan dilakukan klarifikasi terhadap keduanya atas pengunduran diri yang mereka lakukan. Pengunduran diri mereka belum tentu diterima, karena baru diproses,” jelasnya.

Bila proses pengunduran diri diterima, maka KPU akan langsung merekrut dua orang calon anggota PPK Lubuklinggau Timur I, mengenai mekanismenya masih menunggu petunjuk. Apakah rekrut ulang, atau langsung mengangkat peringkat di bawahnya, sesuai dengan petunjuk dari KPU Provinsi Sumsel.

Bukan hanya itu, KPU Kota Lubuklinggau juga menerima surat pengunduran diri dari anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Petanang Ilir, Ali Alatas. Ia mengundurkan diri, karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.

“Baik proses pengunduran diri yang dilakukan anggota PPK, maupun PPS akan di proses sesuai aturan. Sebelum itu, akan dilakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan terkait pengunduran diri yang mereka lakukan,” jelasnya. (aku)

Rekomendasi Berita