oleh

DPUTR Surati Pihak Balai

Sementara itu Kepala DPUTR, H Nobel Nawawi menjelaskan kalau laburan aspal pasir ini dilaksanakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah III untuk Sumatera Selatan (Sumsel) tersebut, kurang tepat.

Untuk itu pihaknya akan segera menyurati pihak balai besar.

“Memang laburan aspal pasir ini dilakukan, untuk pemeliharaan jalan. Yakni, untuk menjaga tingkat kehalusan aspal. Tapi karena kita perkotaan, pemilihan metode yang dilakukan kurang tepat. Jadinya, kurang efektif dan efisien,” jelas Nobel, sapaan akrabnya.

Sementara ia melanjutkan, butuh waktu untuk menyerap laburan pasir tersebut.

“Minimal, beberapa hari bahkan beberapa minggu. Makanya sangat menggagu masyarakat kita,” tegasnya.

Sebelumnya ia mengungkapkan, pihaknya sudah menegur pihak pekerja balai pada saat pemeliharaan di kawasan pasar.

“Kita tegur dan kita minta setop, tetapi satu bulan kemudian diulang. Yang ini pun sudah lakukan teguran secara lisan dan kita imbau. Namun hari ini, selain penyemprotan melalui mobil pemadam kebakaran, juga akan kita surati ke pihak balai langsung,” ungkapnya.

Ia menambahkan, seharusnya akan lebih efektif ketika pemeliharaan jalan dilakukan dengan metode penambalan lobang atau penyiraman aspal cair. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita