oleh

DPUTR Bakal Perbaiki Saluran Luar DI

LUBUKLINGGAU – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Lubuklinggau tidak hanya memperbaiki saluran Daerah Irigasi (DI) saja, tapi juga memiliki program di luar peningkatan DI. Seperti peningkatan jalan inspeksi, talud, turap, beronjong, saluran primer dan sekunder.

“Selama itu di wilayah Kota Lubuklinggau tidak masalah, tidak ada yang dilanggar,” kata Kendy Lenggana, Kabid Sumber Daya Air DPUTR Kota Lubuklinggau, Sabtu (5/1).

Tahap pembangunan atau proyek 2019 saat ini dalam tahap perencanaan, yaitu survei ke lapangan, dilanjutkan pembuatan gambar, dan perhitungan. Untuk survei sebagian wilayah bakal pengerjaan sudah dilakukan.

Dua DI di Kota Lubuklinggau akan dilakukan peningkatan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK), dari Kementerian PUPR RI. Dua DI yang ditingkatkan yaitu DI Kasie I Lubuk Tanjung, dan DI Kasie II Kayu Ara dengan anggaran yang disiapkan Rp1,8 miliar.

Padahal sebelumnya DPUTR Kota Lubuklinggau mengajukan peningkatan lima DI. Namun hanya disetujui dua DI saja, sedangkan tiga DI lainnya akan di-backup menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Lubuklinggau 2019.

“Rp1,8 diperuntukkan rehab saluran sekunder, yaitu di DI Kasie I dan DI Kasie II. Kasie I Lubuk Tanjung lebih kurang mendapatkan bantuan Rp821 juta, sedangkan Kasie II Kayu Ara lebih kurang Rp900 juta,” jelas Kendy.

Ditambahkan Kendy, setiap proyek yang didanai oleh pusat atau kementerian wajib memilik DED sehingga proyek tersebut lebih terarah. Oleh sebab itu, Bidang Pengairan DPUTR Kota Lubuklinggau sudah mempersiapkannya sejak beberapa waktu lalu, sehingga pengerjaan proyek DAK tepat waktu.

Menurut Kendy, DPUTR Kota Lubuklinggau hanya berwenang rehab saluran sekunder dan primer. Yaitu, hanya bertanggung jawab mengantakan ke persawahan, sedangkan menuju sawah sudah masuk dalam kategori pengairan tersier dan menjadi tanggung jawab Dinas Pertanian Kota Lubuklinggau.

Untuk APBD Kota Lubuklinggau Tahun 2019 Bidang Pengairan DPUTR Kota Lubuklinggau mendapat Rp8 miliar, untuk peningkatan tiga DI lainnya. Yaitu DI Petanang III, DI Lubuk Tanjung, dan DI Ulu Malus.

“Semua proyek nantinya akan kita lelang di LPSE, mengingat semua proyek nilainya di atas Rp200 juta,” ungkap Kendy.

Ketua DPRD Kota Lubuklinggau, H Rodi Wijaya berharap DPUTR Kota Lubuklinggau tidak hanya asal cepat tapi perencanaan matang. Sehingga semua program tepat sasaran.

“Termasuk proyek peningkatan DI, harus tingkatkan koordinasi dengan kelompok tani, dan Dinas Pertanian karena berkaitan dengan kebutuhan air bagi persawahan petani,” pesan Rodi Wijaya.(nia)

Rekomendasi Berita