oleh

DPPKB Lubuklinggau Adakan Kegiatan Orientasi Pendataan Keluarga 2021

LINGGAUPOS.CO.ID- Orientasi Pendataan Keluarga dalam rangka mensukseskan Pendataan Keluarga (PK) 2021 Dinas PPKB Kota Lubuklinggau di Ball Room Hotel Amazing Riverside, Selasa (16/3/2021) pukul 09.00 WIB.

Sub Koordinator Parameter Kependudukan BKKBN Provinsi Sumsel, Coline Asita, S.IP, M.Pd mengatakan,”Kegiatan hari ini tentang Orientasi pendataan keluarga bagi kader, kegiatan ini dimulai 16-19 Maret 2021 dan untuk pendataan ini diharapkan pada saat pendataannya nanti 1 April- 1 Mei 2021 secara serentak di seluruh Indonesia, kader pendata sudah bisa menggunakan aplikasi smartphone dan formulir,”katanya.

Coline menjelaskan untuk data ini kan ada dua metode yakni dengan menggunakan smartphone, formulir, saat ini kader-kader diajarkan memahami konsep-konsep pendataan dimana pendataan bermanfaat untuk program pembangunan masyarakat karena kegiatannya merupakan perencanan pembanguan masyarakat di Kota Lubuklinggau sendiri dan juga menilai kinerja Bangga Kencana.

“Kami ucapkan terima kasih kepada DPPKB Kota Lubuklinggau yang sudah memfasilitasi kegiatan ini Orientasi Pendataan Keluarga ini,”ungkapnya.

Harapannya bahwa kader ini sudah mampu, paham, lancar dan sukses, apabila ada kendala dilapangan PKB atau manager data, manager pengelola bisa memberi informasi ke kader, jadi apabila kader belu paham bisa tanya langsung ke Manager Data ditingkat Kecamatan dan hari ini setidaknya kader punya pengetahuan awal dulu sebelum mendata langsung di 1 April- 1 Mei 2021.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Lubuklinggau Henny Fitrianty, SSTP, M.A.P mengatakan,”Sebagai indikator pendataan keluarga ada 3 yakni indikator kependudukan, indikator keluarga berencana serta indikator pembangunan keluarga,”katanya.

Henny menambahkan tujuan orientasi agar bisa menghasilkan basis data kependudukan yang berskala mikro, berbasis by name by address, memperkuat interoperabilitas antara sistem dan data keluarga guna mewujudkan peningkatan ketersediaan dan pemanfaatan data keluarga.

“Kami berharap kader akan menghasilkan data akurasi balita stunting sehingga membantu dalam penanganan stunting di Indonesia karena BKKBN telah ditunjuk oleh Presiden RI sebagai pelaksana percepatan penurunan stunting secara nasional,”ungkapnya.

Henny menjelaskan untuk metode pendataan dilakukan melalui smart phone sebanyak 89,18 persen dan untuk formulir F/l/PK/21 sebanyak 10,82 persen dengan pelaksanaan dimulai dari 1 April hingga 30 Mei 2021.
“Peserta juga harus paham dengan kondisi lapangan, terus berkoordinasi dengan RT dan Lurah. Apabila ada warga yang isolasi mandiri, pendataannya dilewatkan,”jelasnya.

Lanjutnya, untuk orientasi pendataan dilakukan selama 4 hari dari 16-19 Maret 2021,dengan rincian Kecamatan Lubuklinggau Timur l 44 orang, Lubuklinggau Timur II 40 orang, Lubuklinggau Barat l 55 orang, Lubuklinggau Barat ll 40 orang, Lubuklinggau Utara I 40 orang, Lubuklinggau Utara II 51 orang, Lubuklinggau Selatan l 25 orang dan Lubuklinggau Selatan ll 40 orang.

“Kami berharap para peserta orientasi dapat bekerjasama dengan Puskesmas setempat, data yang diperoleh di lapangan harus dapat dipertanggungjawabkan serta tetap mematuhi protokol kesehatan covid19 karena dalam proses pendataan dilakukan secara dor to dor,”tutupnya.(*)

Rekomendasi Berita