oleh

DPO Kejari Ngamuk Di Tempat Karaoke

LINGGAU POS ONLINE, WATERVANG – Aksi penyerangan yang diduga dilakukan seorang yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau menghebohkan salah satu karaoke, Jumat (19/1) malam. Tindakan kekerasan itu menyasar pengunjung di Room II Abdul Aziz (37) yang sedang asyik bernyanyi. Kejadian mengejutkan dan menggemparkan pengunjung karaoke itu terjadi sekira pukul 22.00 WIB.

Kepada Linggau Pos, Sabtu (20/1) siang, Abdul Azis mengatakan, penyerangan dirinya dilakukan oleh tiga oknum preman. Abdul Aziz menduga, salah seorang diantaranya BR yang kasusnya sedang ditangani pihak Kejari Lubuklinggau, sebagai tersangka dan kini BR masuk DPO Kejari.

“Dia itu, terlibat kasus dugaan korupsi pembangunan AKN (Akademi Komunitas Negeri) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara),” terang Abdul Aziz.

“Saya sangat kaget. Mendadak ada yang mendobrak pintu Room 11 tempat saya dan teman-teman sedang bernyanyi. Setelah itu mereka masuk dan melemparkan batu kepada saya,” ujar Abdul Azis, kemarin.

Bapak yang akrab dipanggil Aziz itu mengatakan, lemparan batu bertubi-tubi diarahkan kepadanya oleh tiga orang preman.

“Saat salah seorang ingin memukul kepala saya dengan batu, refleks tangan saya menangkis pukulan tersebut. Namun, karena yang datang itu tiga orang, saya agak kewalahan juga. Ada pukulan tangan yang mengenai wajah dan lemparan batu mengenai paha, saya tidak takut mati pun saya siap demi perjuangan. Saya kenal mereka yang menyerang saya salah satunya terkait dengan kasus AKN. Karena ada dugaan korupsi. Karena bangunan yang dibangun tahun 2016 yang menggunakan dana Rp 10 miliar hasilnya sampai kini belum jelas,” terang Aziz sambil menahan sakit.

Kasus penyerangan ini sudah ditangani oleh Satuan Reskrim Polres Lubuklinggau. Karena korban, Abdul Aziz dkk sudah melapor.

Sekalipun tidak luka parah, namun pintu Room 11 karaoke tampak berlubang diduga akibat lemparan batu oleh BR dan kawan-kawan.

Setelah melakukan pelemparan batu, diduga BR dan rekan-rekannya langsung melarikan diri keluar tempat karaoke menggunakan mobil.

Abdul Aziz saat dimintai keterangan, mengatakan bahwa memang ada kasus penyerangan yang dialami oleh rombongan. Penyerangan itu menggunakan batu, untungnya tidak mengenai kami.(19/16)

Komentar

Rekomendasi Berita