oleh

DPD PAN Disomasi Kuasa Hukum Mabrulsyah

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas (Mura), Toyep Rakembang bermasalah. Pasalnya Mabrulsyah Hendra Putra yang memperoleh suara terbanyak kedua di Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kabupaten Mura, melakukan perlawanan.

Kuasa Hukum Mabrulsyah Hendra Putra, Sambas menjelaskan bahwa berdasarkan hasil perolehan suara PAN di Dapil IV suara terbanyak kedua Mabrulsyah Hendra Putra. Namun DPD PAN Mura mengajukan PAW bukan atas nama Mabrulsyah Hendra Putra, tapi mengajukan Imawan Andriansyah yang memperoleh suara terbanyak ke tiga.

“Klien saya (Mabrulsyah Hendra Putra) dipecat tanpa melalui tahapan yang sesuai dengan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD-ART). Dengan alasan pindah partai,” kata Sambas kepada Linggau Pos, kemarin (10/5).

Ditambahkan Sambas, katanya Mabrulsyah Hendra Putra pindah ke PKPI Kota Lubuklinggau.

“Saya selaku Ketua DPD PKPI mengecek, tidak ada nama Mabrulsyah Hendra Putra yang ada MS Hendra Putra. Beda orang. Oleh karena itu, saya selaku kuasa hukum mengimbau kepada DPD PAN Mura KPU, pimpinan DPRD dan Bupati Mura mohon ditunda dulu, sampai menunggu proses lebih lanjut,” tambahnya.

Menurut Sambas, DPD PAN Mura mengajukan Imawan Andriansyah untuk menggantikan Toyep Rakembang merugikan Mabrulsyah Hendra Putra. Jika proses PAW tersebut dilanjutkan maka Sambas selaku kuasa hukum Mabrulsyah Hendra Putra akan mengajukan gugatan secara hukum.

“DPD PAN Mura merugikan klien saya. Oleh karena itu, saya selaku kuasa hukum akan menggugat dugaan pemalsuan data. Siapapun memalsukan data dan ini menyangkut PKPI tanpa konfirmasi kepada saya. Oleh karena itu, sebelum terlanjur jangan sampai kami melapor ke pihak berwajib,” tegasnya.

Terpisah, Ketua DPD PAN Kabupaten Mura, Wahyu mengaku melakukan proses PAW sesuai dengan prosedur.

“Dua calon PAW kami rekomendasikan ke DPP PAN melalui DPW PAN Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang pertama Mabrulsyah Hendra Putra yang memperoleh suara terbanyak kedua. Rekomendasi yang kedua Imawan Andriansyah suara terbanyak ke tiga,” akunya.

Wahyu menjelaskan alasan pihaknya mengajukan Imawan Andriansyah padahal memperoleh suara terbanyak ketiga. Karena Imawan Andriansyah memiliki data dengan menyampaikan surat ke DPD PAN Mura. Imawan Andriansyah punya bukti bahwa Mabrulsyah Hendra Putra pindah partai lain.

“Kami terima suratnya, lalu diteruskan ke DPW PAN Sumsel ke DPP PAN. Pada 9 April 2018 rekomendasi dari DPP PAN keluar atas nama Imawan Andriansyah. Kami tidak bisa memutuskan yang punya kewenangan DPP. Kami hanya meneruskan perintah dari DPP,” jelasnya.

Wahyu menghargai keputusan Mabrulsyah Hendra Putra mengajukan somasi ataupun menggugat secara hukum. Wahyu mengaku siap karena sudah memiliki data sebagai bukti bahwa Mabrulsyah Hendra Putra pindah ke partai lain. Ada kriteria pemberhentian kader partai yang pertama mengundurkan diri, meninggal dua dan tidak memenuhi syarat.

“Mungkin DPP menganggap Mabrulsyah Hendra Putra tidak memenuhi syarat lagi sebagai kader PAN karena sudah pindah partai lain. Walaupun dia tidak mengajukan pengunduran diri, kalau sudah pindah partai otomatis berhenti dari PAN karena tidak mungkin menjadi pengurus dua partai,” tegasnya. (05)

Rekomendasi Berita