oleh

DPD Golkar Segera PAW Wansari

Yani : Melanggar AD/ART

LINGGAU POS ONLINE, WATERVANG – DPD Partai Golkar Kota Lubuklinggau betul-betul tegas memberikan sanksi terhadap kadernya tidak patuh dengan keputusan partai. Terbukti, Wansari, anggota DPRD Kota Lubuklinggau terancam dicopot dari anggota legislatif Kota Lubuklinggau.

Sebelumnya pengurus partai berlambang pohon Beringin ini mengeluarkan Surat Peringatan (SP) 2. Karena peringatan kedua itu tidak diindahkan, maka dipastikan setelah hari pemungutan suara Pilkada Kota Lubuklinggau DPD Partai Golkar Kota Lubuklinggau akan mengeluarkan SP 3, sekaligus rekomendasi Pergantian Antar Waktu (PAW).

Pasalnya, Wansari, asal Daerah Pemilihan (Dapil) I Lubuklinggau Barat ini dianggap membangkang perintah partai dan dianggap tidak ada itikad baik untuk memperbaiki kesalahannya, hingga mendekati hari pencoblosan.

Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD Partai Golkar Kota Lubuklinggau, Yani Rizal kepada wartawan koran ini, Senin (25/6), membenarkan partainya akan memberikan sanksi pemecatan terhadap Wansari, sebagai anggota DPRD Kota Lubuklinggau dari Partai Golkar.

“Sanksi itu sebagai bentuk ketegasan Partai Golkar terhadap kader yang tidak patuh dengan instruksi partai,” jelas Yani Rizal.

Wansari yang saat ini menjadi anggota DPRD Kota Lubuklinggau dari fraksi Partai Golkar, dinilai tidak mematuhi instruksi Partai Golkar untuk mengusung dan memenangkan Pasangan Calon (Paslon) Walikota nomor urut 2, H SN Prana Putra Sohe dan H Sulaiman Kohar (NanSuko). Terbukti, Wansari menghadiri debat publik putaran kedua, namun duduk dan mendukung Paslon nomor urut 3, H Rustam Effendi- Riezky Aprilia (RR).

Tentu saja bukti ini menjadi alasan kuat pengurus DPD Golkar Kota Lubuklinggau, untuk memberikan sanksi yang tegas bagi kader mereka yang membangkang perintah partai. Padahal diungkapkan Yani, sebelumnya yang bersangkutan sudah pernah diberikan SP 1 dan SP 2 dari DPD Partai Golkar Lubuklinggau.

Bahkan SP 3 kali ini ditegaskan Yani, akan disertai surat rekomendasi PAW yang akan disampaikan kepada DPP Partai Golkar di Jakarta. Mengingat, Wansari saat ini kader Partai Golkar yang duduk sebagai anggota DPRD Kota Lubuklinggau.

“SP 3 dan rekomendasi PAW Insya Allah akan dibuat dan diserahkan pasca pencoblosan Pilkada Kota Lubuklinggau,” tegas Yani.

Sanksi ini menjadi bukti serta komitmen ketegasan Partai Golkar, untuk kader mereka yang sudah melanggar AD/ART Partai Golkar. Dan ini, berlaku untuk semua kader yang terbukti membangkang perintah partai.

“Untuk SP 2 sudah disampaikan dan diterima istri yang bersangkutan (Wansari), selanjutnya sanksi tegas yakni SP 3 dan rekomendasi PAW akan segera kita keluarkan,” tambah, Selasa (26/7).

Yani berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi kader Golkar lainnya, untuk tidak melanggar AD/ART partai. Karena siapapun orangnya, ketika kader dianggap membangkang, maka akan menerima sanksi tegas dari DPD maupun DPP Golkar.

“Untuk kader Partai Golkar lainnya yang mau coba-coba ya silakan, konsekuensinya ya harus diterima,” kata Yani. (13)

Rekomendasi Berita