oleh

Dosen STKIP-PGRI Buat Asap Cair Sekam Padi

MUARA BELITI – Tri Dharma Perguruan Tinggi berupa pelajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat ditunaikan dosen STKIP-PGRI Lubuklinggau. Pengabdian itu dilakukan di Desa Air Satan, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas (Mura).

“Khusus saya, Bu Ivoni Susanti dan Bu Reny Dwi Riastuti membuat teknologi asap cair sekam padi di Desa Air Satan,” jelas Fitria Lestari, dosen STKIP-PGRI Lubuklinggau, Selasa (15/1).

Mereka membuat asap cair karena prosesnya lebih mudah, murah, dan alami pastinya.

“Intinya kami ingin memanfaatkan bahan alam yang dianggap limbah menjadi sesuatu yang berguna untuk khalayak ramai,” jelas Fitria.

Lalu kenapa sekam?

“Karena di Desa Air Satan mayoritas penduduknya adalah bertani dan ketika padi digiling banyak sekam yang terbuang dan dianggap limbah,” tuturnya.

Selain itu, asap cair juga berpotensi untuk membasmi hama dan lebih ramah lingkungan.

“Jadi kami sudah buat alat pembuatan asap cair sejak November 2018 dan kami hibahkan untuk penduduk di Desa Air Satan. Dalam membuat asap cair ini kami juga melibatkan alumni Prodi Pendidikan Biologi STKIP-PGRI yaitu Recky Juliadi,” jelasnya.

Kedepan, Fitria berharap bahwa hubungan kerja samanya dengan warga Desa Air Satan tidak hanya sebatas asap cair saja. Karena masih banyak potensi yang ada di Desa Air Satan yang bisa dikembangkan lagi.

“Kami berharap apa yang telah kami sampaikan dan ajarkan bisa diaplikasikan dan tetap digunakan oleh masyarakat khususnya petani di Desa Air Satan. Terima kasih atas respons positif Kades Air Satan Pak Ghufron dan Ketua Gabungan Kelompok Tani Pak Sudarman,” imbuhnya. (lik)

Rekomendasi Berita