oleh

Dokter Malas Jadi PNS

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Hingga Senin (15/10), pelamar CPNS Kota Lubuklinggau mencapai 554 orang. Satu diantaranya mengisi formasi dokter gigi yang sehari sebelumnya kosong.

Kabid Pengadaan BKPSDM Kota Lubuklinggau, Ahyar, kemarin mengungkapkan, formasi dokter gigi yang dibuka pada penerimaan CPNS Kota Lubuklinggau 2018 ini ada dua formasi. Sementara dokter umum tiga formasi.

“Memang minim sekali yang mau daftar jadi dokter gigi ini,” terang Akhyar.

Setelah pendaftaran CPNS ditutup kemarin, tim verifikasi BKPSDM akan memverifikasi berkas pelamar yang sudah diunggah oleh pelamar. BKPSDM sudah menyiapkan sembilan hingga sepuluh tim verifikasi.

“Beberapa hal yang menjadi fokus tim verifikasi, seperti kualifikasi pendidikan yang harus sesuai dengan formasi yang dipilih, lalu nilai bagi pelamar cumlaude hingga akreditasi Program Studi (Prodi) pelamar. Untuk waktu tidak dibatasi, namun kemungkinan sebelum 21 Oktober 2018 sudah selesai. Karena sesuai jadwal 21 sudah mulai diumumkan. Hanya saja jadwal ini sifatnya masih tentatif, karena bisa saja berubah. Yang pasti setelah tim memverifikasi, hasilnya akan dilaporkan ke BKN,” jelas Ahyar.

Bagi pelamar, dilanjutkan Ahyar harap bersabar, dan tetap memantau jadwal yang diumumkan baik dari BKPSDM, BKN maupun Kemenpan-RB melalui situs resminya.

Sementara Kepala BKPSDM Kabupaten Musi Rawas (Mura), H Rudi Irawan melalui Kabid Mutasi dan Kepangkatan, Amin Subagja menjelaskan, per Senin (15/10) pukul 15.16 WIB ada 3.117 pelamar CPNS Mura.

“Formasi minim pelamar itu dokter gigi, dari 16 yang dibuka, hanya enam pelamar. Sementara untuk dokter spesialis penyakit dalam sampai sore belum ada pendaftar. Formasinya satu orang,” terang Amin Subagja.

Untuk pendaftar formasi disabilitas satu orang, sementara pelamar yang mendaftar jalur khusus K2 ada 21 orang.

“Sampai kemarin sore, pelamar yang sudah lulus verifikasi 2.256 orang. Sisanya masih akan kami verifikasi lagi,” terang Amin.

*** Terkendala Usia dan Gaji

DOKTER Spesialis Penyakit Dalam dr Ahmar Kurniadi, Sp.PD menjelaskan, tak ada dokter spesialis penyakit dalam yang melamar CPNS Kabupaten Mura bukan berarti tak berminat. Namun kendalanya usia.

“Sebab, rata-rata Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang sudah lulus ini usianya diatas 35 tahun. Jadi kendalanya di usia,” terang dr Ahmar Kurniadi, Sp.PD kepada Linggau Pos, Senin (15/10).

Ia mengakui, kekurangan dokter spesialis penyakit dalam memang terjadi di sejumlah rumah sakit. Di RS Dr Sobirin saja, hanya ada satu PNS dokter spesialis penyakit dalam. Selebihnya, status dokter spesialis penyakit dalam-nya, WKDS (Wajib Kerja Dokter Spesialis) 1 orang, resisten senior 1 orang dan yang sudah pensiun namun tetap mengabdi ada satu orang.

Sementara di RS Siti Aisyah, hanya dua Dokter Spesialis Penyakit Dalam ditambah satu orang lagi CPNS.

Sementara di RS Siloam, ada tiga dokter spesialis penyakit dalam. Dan di RS AR Bunda ada dua dokter spesialis penyakit dalam yang non PNS. Dan di RSUD Rupit ada satu orang, itupun WKDS.

“Untuk jadi dokter spesialis penyakit dalam memang tidak mudah. Karena biaya sekolahnya memang sangat besar. Masa studinya sampai lima tahun,” terang dr Ahmar Kurniadi.

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya itu menjelaskan, untuk menjadi dokter spesialis, seseorang kuliah dokter umum terlebih dahulu. Setelah itu jadi dokter internsip satu tahun, lalu Wajib Kerja Dokter Spesialis satu tahun, barulah bisa melanjutkan studi ke dokter spesialis.

Selain dokter spesialis penyakit dalam yang tak ada pelamar, formasi dokter gigi pun minim pelamar.

drg Maiko Erdiansyah menjelaskan, kemungkinan penyebab banyak dokter gigi kurang minat jadi PNS, karena gaji minim.

“Gaji kurang cukup, waktu untuk sekolah spesialis birokrasinya agak rumit dan kalau praktik mandiri cukup lumayan, waktunya bisa semuanya. Waktu praktek bisa pagi sore malam,” jelas dia.

*** Deadline Penyerahan Berkas Pukul 16.00 WIB

CPNS Kabupaten Rejang Lebong saat ini sudah mencapai 3.260 pelamar. Jumlah ini akan bertambah seiring dengan penutupan pendaftaran secara online yang akan ditutup hingga pukul 00.00WIB.

“Pendaftaran ditutup pukul 00.00 WIB, kalau sekarang yang sudah tercatat pendaftar sebanyak 3.260,”kata Kepala BPKPSDM Kabupaten Rejang Lebong, Khirdes Lapendo dikonfirmasi, kemarin di sela-sela penerimaan berkas di gedung GOR Curup.

Dijelaskan Khirdes, kemungkinan jumlah pendaftar CPNS secara online akan terus bertambah.

“Kalaupun bertambah mungkin tidak banyak, diperkirakan bertambah sekitar 100-an lebih,”kata Khirdes.

Dijelaskan Khirdes, dari jumlah pendaftar online tersebut pelamar paling banyak yakni untuk formasi guru, menyusul tenaga kesehatan dan teknis. Namun dirinya belum bisa menyampaikan detail masing-masing formasi yang di minati pelamar karena masih dalam perekapan.

“Besok (hari ini,red) direkap, tapi kalau untuk perkiraan sementara untuk pelamar tenaga Guru terhitung beberapa hari kemarin, mencapai 1.500 lebih, kemudian tenaga kesehatan dan teknis lebih dari 500 pelamar, tapi untuk yang terakhir saya belum bisa pastikan jumlahnya, begitu juga formasi detailnya,”kata Khirdes.

Sementara itu, untuk penyerahan berkas fisik yang dipusatkan di Gedung Olah Raga (GOR) Curup sendiri, saat ini sudah lebih dari 2.000 berkas yang masuk.

“Untuk hari Sabtu kemarin yang menyerahkan berkas untuk tenaga guru sekitar 1.240, tenaga kesehatan 298 dan teknis 160, dan untuk hari ini sementara yang tercatat untuk berkas formasi guru sekitar 700 berkas, kemudian kesehatan sekitar 200 dan teknis 132,” papar Khirdes.

Penyerahan berkas, sambung Khirdes paling lambat besok tanggal 16 Oktober pukul 16.00WIB.

“Kalau lewat pukul 16.00 WIB besok berkas tidak diterima lagi,” katanya.

Sementara itu, untuk verifikasi berkas sendiri, diakui Khirdes banyak berkas pelamar yang kurang dan langsung diperbaiki.

“Kalau yang paling banyak terjadi kesalahan yakni soal perbedaan nama di KTP, KK dan ijazah, seperti perbedaan hurufnya, namun kita berikan solusi untuk memastikan data bersangkutan benar maka pelamar membuat surat pernyataan ditandatangani di atas meterai, atau melakukan perbaikan di Disdukcapil degan meminta keterangan dari Disdukcapil,”tambah Khirdes. (rfm/sam/lik)

Rekomendasi Berita