oleh

DMPD-P3A Muratara Adakan Pembinaan

DINAS Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMD-P3A) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) berupaya menekan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Upaya yang dilakukan DPMD-P3A dengan melakukan Pembinaan Kelompok Kerja (Pokja) Penanganan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam bentuk sosialisasi.

Sosialisasi yang berlangsung Jumat (4/5), di Hotel Dafam Lubuklinggau. Menghadirkan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Negara Sumbangsel Dr Artha Teresia, DP3A Provinsi Sumsel Ir Agung Mildasanty dan Direktur Bina Autis Mandiri Palembang, Dr Munyanti Ismail.

Pesertanya, TP PKK Kabupaten Muratara, Kepolisian, Camat, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari), dan Lembaga Perlindungan Anak.

Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat yang diwakili oleh Kepala DPMD-P3A Kabupaten Muratara, Firdaus pada saat membuka kegiatan dirinya mengapresiasi terlaksananya kegiatan pembinaan Pokja ABH dan ABK ini.

“Harapan kami, dengan terlaksananya kegiatan ini, mampu mengurangi tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Karena kasus anak berhadapan dengan hukum sejak tahun 2015 sampai sekarang yang terjadi di Kabupaten Muratara mencapai 197 perkara. Memang secara jumlah masih dalam kategori sedikit tapi untuk wilayah yang baru mekar jumlah tersebut lumayan banyak,” jelasnya.

Maka dari itu, dengan dilaksanakannya pembinaan Pokja dapat lebih meningkatkan perannya dalam melakukan pendampingan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum begitu juga penanganan terhadap ABK.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana, Lindawati menyampaikan, dasar pelaksanaan kegiatan ini sebagaimana ketentuan Konvensi Hak-Hak Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (Convention on the Rights of the Child) yang mengemukakan prinsip-prinsip umum perlindungan anak yakni non diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, kelangsungan hidup dan tumbuh kembang serta menghargai partisipasi anak.

“Harapannya sebagaimana output kegiatan yakni kita memahami tentang implementasi Pokja ABK dan ABH serta apa itu ABH dan apa itu ABK,” papar Lindawati.(12)

Rekomendasi Berita