oleh

Ditemukan Jejak Bekas Wanardi Terpeleset

Ayah Wanardi, Martadinata (52)
“Informasi kami terima, almarhum terpeleset di pinggir kawah mati, ada tanda bekas di sekitar lokasi korban sebelum terjatuh,”

LINGGAU POS ONLINE, CURUP – Tanda tanya motif kematian Wanardi (31), warga Desa Suban Ayam Kecamatan Selupu Rejang, ditemukan tewas di lereng kawah mati Gunung Kaba dijawab. Orang tua Wanardi di rumah duka berada tak jauh di belakang kantor Balai Desa Suban Ayam, Kecamatan Selupu Rejang, Selasa (19/12) menyebutkan jika anaknya terpeleset.

“Informasi kami terima, almarhum terpeleset di pinggir kawah mati, ada tanda bekas di sekitar lokasi korban sebelum terjatuh,” tutur ayah korban Martadinata (52) didampingi istrinya Rukmini (48) yang masih dalam kondisi berduka.

Menurut orang tua Wanardi, Rabu pagi (13/12) dirinya memang memberikan uang Rp 20.000 pada korban untuk membeli rokok dan bensin motornya. Lalu meminta korban menyusul ke kebun untuk membuat bedengan persiapan menanam kol dan kubis di kebunnya. Tak jauh dari rumahnya.

“Sudah saya kasih duit Rp 20 ribu, saya berangkat ke kebun lewat pintu depan. Dia lewat pintu belakang, saya tunggu sampai pukul 14.00 WIB tapi tak datang ke kebun, mungkin sedang malas dan pergi ke rumah temanya,” cerita Martadinata sambil menangis mengingat pertemuan mereka terakhir kalinya.

Selama ini, katanya, tidak ada firasat ataupun permasalahan dalam keluarga, namun, Ia mengaku, satu tahun belakangan korban memang sering melamun.

“Dia anak laki-laki satu-satunya, adiknya perempuan semua, dua orang sudah menikah dan yang paling kecil berumur 5 tahun,” jelas Martadinata.

Korban juga belakangan mulai belajar mengaji bersama adiknya.

“Dia mulai belajar mengaji, kalau tingkah yang lain tidak ada, biasanya teman-temannya ke rumah, dia juga pergi ke Bukit Kaba tidak pamit, memang dulu sering pergi ke Bukit Kaba sama teman-temannya,” imbuh Martadinata.

Semenjak kepergian dari rumah Rabu pagi, sehari kemudian keluarga sempat mencari keberadaan korban ke rumah rekan-rekannya. Tapi tidak ada hasil hingga akhirnya adik korban pada Minggu malam membuka Facebook dan terlihat ada sosok mayat di lereng Gunung Kaba ramai di media sosial.

“Tahunya pas adiknya buka Facebook dan melihat foto jasad, dan setelah didekatkan gambarnya, pakaian yang dikenakan mirip pakaian korban. Apalagi saat ada postingan kendaraan kami bertambah yakin jika sosok mayat tersebut Warnadi,” ceritanya.

Mendengar kabar itu, keluarga pun langsung mencari tahu memastikan mayat tersebut adalah keluarganya.

“Saya sudah yakin kalau itu Warnadi dilihat dari pakaian dan motornya, sebenarnya tetangga banyak yang menduga informasi foto itu, tapi mungkin tidak berani menyampaikan,” ungkapnya.

Setelah melihat jasad usai di evakuasi, tambahnya, pihak keluarga memakamkan korban di tempat pemakaman umum desa setempat.

“Kalau pas evakuasi saya tidak ikut, saya tidak kuat melihatnya, tapi saya ikut mengantar ke pemakaman untuk dimakamkan,” tambahnya.

Untuk diketahui, Wanardi ditemukan di lereng kawah mati Gunung Kaba dengan posisi kepala terjepit bebatuan. Butuh beberapa jam tim Basarnas melakukan evakuasi karena banyaknya kabut serta jarak yang jauh. Namun, evakuasi berhasil dilakukan sekitar 2 jam pasca pengangkatan jenazah dari lereng kawah mati. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita