oleh

Distribusi Tak Tepat Sasaran

Pengamat Ekonomi DR Yan Sulistyo

PENGAMAT Ekonomi DR Yan Sulistyo menilai, kelangkaan LPG 3 kg benar terjadi di sejumlah wilayah. Menurutnya, itu sengaja dikurangi dari pasaran akibat dianggap tidak tepat sasaran.

“Rata-rata yang menggunakan gas melon itu adalah masyarakat yang ekonominya menengah ke atas. Namun, sebenarnya gas melon itu tidak dikurangi, hanya saja kehadiran Bright Gas mengalihkan perhatian masyarakat,”kata Yan Sulistyo Minggu (10/12).

Karena, kalau perhatian masyarakat sudah teralihkan ke Bright Gas, maka perlahan-lahan penggunaan gas melon akan berkurang.

“Itu hanya metode pemerintah saja, karena bisa kelihatan mana masyarakat menengah ke atas dan menengah ke bawah. Sehingga labelisasi antara penggunaan Bright Gas untuk masyarakat menengah ke atas dan gas melon untuk menengah ke bawah,” tuturnya.

Faktanya di lapangan, lanjut Yan Sulistyo ada oknum yang sengaja membuat gas melon ini mengalami kelangkaan.

“Apakah itu agen, atau pangkalan, ataupun pengecer itu jelas ada permainan. Karena, pemerintah saat ini belum mengurangi jumlah tabung gas, namun keluhan selalu ada, maka dari itu untuk mengantisipasinya seluruh pihak jangan melakukan pengurangan jumlah, karena nanti bisa merugikan masyarakat,” tutupnya.(12)

Komentar

Rekomendasi Berita