oleh

Distribusi Makan Jemaah Disetop

LINGGAU POS ONLINE, MEKKAH – Mulai 5 Zulhijah 1439 Hijriah atau Jumat (17/8) sebelum berangkat ke Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina), Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia menghentikan distribusi makanan untuk Calon Jemaah Haji (JcH). Karena, bus pengangkut makanan sudah tidak diperbolehkan lagi memasuki Mekkah, Arab Saudi.

Kontributor Haji Harian Pagi Linggau Pos, Merismon melaporkan PPIH Indonesia sudah mengimbau JCH mempersiapkan stok makanan atau bisa membeli di kedai-kedai dekat hotel. Jemaah akan berangkat ke Armina, Senin (20/8) menggunakan bus yang sudah disediakan PPIH Indonesia.

Menurut Merismon, kesehatan JCH kloter pertama masih stabil dan memungkinkan untuk berangkat ke Armina. Namun PPIH Indonesia mengimbau jemaah untuk tidak memaksakan diri untuk melaksanakan ibadah sunah yang berdampak terhadap penurunan stamina jemaah.

“Secara fisik dan mental semua JCH Kloter satu khususnya Kota Lubuklinggau sudah siap untuk berangkat ke Armina,” kata Merismon.

Berdasarkan pertemuan dengan PPIH Indonesia, JCH kloter satu sepakat pelaksanaan pelontaran jumroh menggunakan Napar Awal, atau melontar jumroh hanya di 10-12 Zulhijah 1439 Hijriah dengan 49 kerikil. Lalu, dua malam menginap di Mina, 12 Zulhijah kembali lagi ke Mekkah, Arab Saudi.

Saat pertemuan dengan PPIH Indonesia, JCH kloter satu melaksanakan Salat Istiqhosa, guna mendoakan korban gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Provinsi Bali.

“Dimulai dengan Salat Gaib, lalu baca surah Yasin dan doa bersama,” ungkap Merismon.(07)

Rekomendasi Berita