oleh

Dispurarsip Musi Rawas Fokus ke 14 Desa Tertinggal

LINGGAU POS ONLINE – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispurarsip) Musi Rawas akan fokus membidik 14 Desa tertinggal untuk dibuatkan perpustakaan desa.

“Perpustakaan harus sampai ke pelosok desa,” kata Kabid Pelayanan Perpustakaan Dispurarsip Musi Rawas Yohanita kepada linggaupos.co.id, Rabu (13/11/2109).

Perpustakaan desa dimaksudkan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat desa. Sebab keberadaan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Musi Rawas di perkantoran Agropolitan Muara Beliti cukup jauh dijangkau. “Lokasi cukup jauh, kalau mereka kesini untuk menikmati fasilitas perpustaaan,” ujarnya.

Ia juga mengakui, minat datang masyarakat atau pengunjung ke perpustakaan masih sangat rendah.
“Namun Alhamdulillah dari tahun ketahun pengujung meningkat 20 sampai 30 persen per tahunnya.

Meningkatkan minat baca, pihaknya juga mengaktifkan Perpustakaan Keliling. “Jadi melakukan penguatan dengan perpustakaan keliling dan perpustakaan desa. Sejauh ini keberadaan perpustakaan desa sudah cukup banyak di Kabupaten Musi Rawas,” ia menjelaskan.

Diantaranya di Marga Sakti (Muara Kelingi), Jaya Bakti (Tuah Negeri), D Tegalrejo (Tugumulyo), Purwodadi dan Megang Sakti dan di beberapa desa lainnya.

Nah di 2020, pihaknya fokus di 14 Desa tertinggal. “Itu kami fokus disitu. Antusia kades memang sudah luar biasa. Ke 14 desa itu diantaranya Desa Kebur (TPK), di wilayah Muara Lakitan dan Muara Kelingi. Rata-rata di daerah Muara Lakitan yang banyak,” ungkapnya.

Sementara soal ketersediaan buku, yang kurang, buka tentang kedokteran dan buku pelajaran kuliah dan buku refenensi.(*)

Rekomendasi Berita