oleh

Disperindag Harus Carikan Solusi

Mengenai Relokasi Pedagang

LINGGAU POS ONLINE, WATERVANG – Menolaknya pedagang ikan di Pasar Bukti Sulap (PBS), untuk direlokasi ke lapak baru mendapat tanggapan dari Komisi II DPRD Kota Lubuklinggau. Ketua Komisi II, Hambali Lukman menegaskan, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Lubuklinggau harus segera mencarikan solusi mengenai relokasi pedagang.

Politisi PDIP ini mengerti, penolakan untuk direlokasi oleh pedagang ikan tersebut, sebagai bentuk protes mereka kepada pemerintah.

“Ketika memang fasilitas di lapak baru tersebut, belum memadai. Wajar kalau mereka protes. Untuk itu seharusnya, sebelum rencana relokasi dilakukan, Disperindag sudah mempersiapkan fasilitas di sana. Sehingga tidak ada lagi alasan untuk pedagang menolak relokasi,” kata Hambali Lukman, Selasa (5/12).

Pihak pedagang pun dilanjutkannya, harus paham dan mengerti apa tujuan dari pemerintah melakukan relokasi. Yakni, agar PBS tidak terlihat semrawut, dan pedagang maupun pengunjung nyaman.

“Karena menata dan merapikan pedagang di pasar, memang kewenangan dari Disperindag. Mereka juga diharuskan membuat pasar tradisional menjadi rapi, bersih, sehat dan nyaman. Untuk itu pedagang juga harus memahami tujuan ini. Kita yakin fasilitas yang menjadi tuntutan pedagang akan dilengkapi pemerintah. Namun tentunya bertahap. Sambil menunggu fasilitas, pedagang bisa secara perlahan pindah,” jelasnya.

Ia khawatir, kejadian yang sama sebagai bentuk protes, ketika Disperindag kembali melakukan relokasi.

“Karena kedepan tidak hanya pedagang ikan yang akan direlokasi. Semua pedagang, terutama yang di badan jalan harus direlokasikan ke lapak yang sudah disediakan. Sehingga pasar tradisional menjadi rapi dan nyaman, serta lapak yang sudah dibangun termanfaatkan. Tidak seperti sebelumnya, terkesan terbengkalai,” jelasnya.

Perlahan-lahan ia melanjutkan, pedagang yang nantinya akan direlokasi diberikan pemahaman.

“Sehingga tidak ada lagi pedagang yang protes, ketika mereka direlokasi. Selain, fasilitas yang memang sudah disiapkan dari pemerintah,” tegasnya.

Pada intinya ia menambahkan, dewan sepakat dengan yang dilakukan Disperindag untuk menata dan mengelola pasar agar lebih baik lagi.

“Asalkan, betul-betul dipersiapkan dengan maksimal. Fasilitas sudah disiapkan, sosialisasi sebelumnya sudah dilakukan, sehingga relokasi bisa terlaksana. Dampaknya juga untuk pedagang, ketika pasar bersih dan rapi pengunjung akan meningkat dan berdampak adanya peningkatan omzet mereka. Kalau sekarang mereka pindah ke belakang tetapi bukan di lapak, ya sama saja masih terkesan semrawut juga,” tambahnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita