oleh

Dispang Berikan Edukasi Keamanan Jajanan Anak

Dedi Yansyah: Kantin Juga Media Edukasi

LINGGAU POS ONLINE, MAJAPAHIT – Dinas Ketahanan Pangan (Dispang) Kota Lubuklinggau, bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memberikan penyuluhan dan sosialisasi terkait jajanan anak. Hal ini dilakukan untuk memperingati anak-anak agar selektif dalam membeli jajanan.

Sosialisasi dan Edukasi yang bertajuk ‘Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah Bagi Komunitas Siswa untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Kepedulian Terhadap Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS)’. Diadakan di komplek SDN 43, 44, dan 45 Kota Lubuklinggau, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Selasa (17/4).

“Pihak pengelola kantin wajib memperhatikan kebersihan fasilitas dan tempat penjualan untuk mencegah kontaminasi silang terhadap produk panganan, serta mempraktikan cara pengolahan pangan yang baik terutama memperhatikan persyaratan hygiene dan sanitasi,” jelas Kadispang Kota Lubuklinggau, Dedi Yansyah.

Ditambahkan Dedi Yansyah, para guru dan siswa ini menjadi duta terhadap pengetahuan kualitas makanan dan minuman yang mereka konsumsi di sekolah.

“Kantin sekolah optimalnya tak hanya sebagai tempat pemenuhan nutrisi anak saat di sekolah, namun juga media edukasi kepada anak berkaitan dengan menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat,” tambahnya.

Sementara, Kepala BPOM Sumsel, Dewi Prawitasari menjelaskan, pangan jajanan umumnya dijual untuk langsung dikonsumsi tanpa proses penanganan atau pengolahan lebih lanjut. Untuk beberapa pangan jajanan, tahapan akhir pengolahannya dilakukan di tempat penjualan.

Secara garis besar, bahaya yang terdapat pada pangan digolongkan dalam tiga jenis, yaitu bahaya fisik, bahaya kimia, dan bahaya biologis, yang bila dikonsumsi manusia, dapat menimbulkan gangguan terhadap kesehatan.

“Bahaya tersebut dapat terjadi melalui berbagai cara yaitu dari pekerja, makanan, peralatan, proses pembersihan dan dari rambut, kuku, perhiasan, serangga mati, batu atau kerikil, potongan ranting atau kayu, pecahan gelas atau kaca, potongan plastik dan potongan kaleng yang dapat mencederai secara fisik. Benda asing lainnya dapat menjadi pembawa mikroba berbahaya ke dalam pangan dan menyebabkan keracunan pangan,” jelasnya.(07)

Rekomendasi Berita