oleh

Dispang Berhak Beri Sanksi Agen Nakal

LINGGAU POS ONLINE, AIR KUTI – Dinas Ketahanan Pangan (Dispang) perketat pengawasan peredaran pangan selama Ramadhan 1439 Hijriah. Disinyalir ada beberapa agen dan distributor pangan yang berbuat curang.

Kenaikan harga beberapa item pangan dinilai sudah tidak sesuai lagi, padahal stoknya ada. Seperti daging ayam potong naik menjadi Rp 40 ribu/Kilogram (Kg), padahal satu pekan sebelumnya Rp 37-38 ribu/Kg.

Selain itu harga cabai naik drastis Rp 50 ribu/Kg. Padahal berdasarkan pantauan Dispang Kota Lubuklinggau harga cabai merah petani jual di kebun di Curup, hanya Rp 25 ribu.

“Untuk ayam potong kami sudah koordinasikan dengan agen, namun mereka sangat tertutup dan menghindar. Ingat berdasarkan Undang-Undang (UU) No. 18 Tahun 2012 Tentang Pangan, kami (Dispang,red) juga berhak memberikan sanksi bagi agen atau distributor yang mengancam kestabilan harga pangan dan menyusahkan masyarakat,” jelas Dedy Yansyah, Kepala Dispang Kota Lubuklinggau kepada wartawan, Kamis (17/5).

Diakui Dedy Yansyah, saat ini di Kota Lubuklinggau belum memiliki lembaga khusus otoritas pangan. Lembaga ini di bawah Kementerian Pertanian RI, mereka memiliki tugas untuk mengawasi agen dan distributor nakal bahkan memberikan sanksi tegas.

“Karena belum memiliki lembaga otoritas pangan, maka hanya ada dua lembaga pengganti yaitu Dispang kabupaten/kota dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM),” tambah Dedy Yansyah.

Menurut Dedy Yansyah, dalam waktu dekat Dispang Kota Lubuklinggau bersama Satgas Pangan akan melakukan sidak baik ke agen maupun ke distributor. Tujuannya, agar stabilitas pangan di Kota Lubuklinggau tetap terjaga.(07)

Rekomendasi Berita