oleh

Diskan Mura Sukses Temu Usaha Pembudidaya Ikan

Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Musi Rawas (Mura) sukses menggelar Temu Usaha Kelompok Pembudidaya Ikan se-Kabupaten Mura yang dihadiri perwakilan semua kelompok pembudidaya se-Kabupaten Mura, di Balai Benih Ikan Desa A Widodo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Mura pada 14-15 Agustus 2018.

Kegiatan yang diketuai oleh Mardalena sebagai Pelaksana Teknis Kegiatan Diklat dan Pendampingan Usaha Kecil Pembudidaya Ikan ini. Pada Selasa (14/8), kegiatan diisi dengan sosialisasi mengenai tentang permodalan oleh Diskan, PT BRI Tugumulyo dan dari Lembaga Pendamping Modal Usaha Perikanan Kelautan (LPMUKP) untuk Kabupaten Mura dan Kota Lubuklinggau.

Sedangkan, Rabu (15/8), Diskan Mura menggelar ‘Business Development Service’ untuk pemberdayaan usaha kecil pembudidaya ikan dengan menggunakan metode Bioflok. Yang mana pada temu usaha hari kedua ini, Diskan Mura bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Lubuklinggau.

Kegiatan hari kedua diisi materi pembudidaya ikan sistem Bioflok dan materi mengenai pembukuan usaha dari KPP Pratama Lubuk Linggau.

Kepada Linggau Pos, Kepala Diskan Mura Ir Bambang Hariadi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini, mulai dari Pemkab Mura, LPMUKP, Pihak PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), KPP Pratama Lubuk Linggau dan semua panitia serta para kelompok Pembudidaya Ikan se-Kabupaten Mura yang terlibat dalam kegiatan ini.

Kata Bambang, kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan para kelompok pembudidaya ikan di Kabupaten Mura yang juga sebagai pelaku usaha agar mengetahui tentang strategi pemasaran hasil perikanan dan akses pemodalan melalui BRI. Dan para pelaku usaha juga dapat mengetahui kebijakan program dan kegiatan Diskan pada tahun anggaran 2018.

Selain itu pada pertemuan kedua, Diskan juga menyosialisasikan mengenai metode Bioflok kepada para peserta pembudidaya, guna peningkatan usaha budidaya perikanan mereka.

Seperti diketahui, sistem Bioflok merupakan teknik pembudidayaan ikan tanpa harus mengganti air. Sistem ini memanfaatkan mikroorganisme untuk mengubah limbah dan zat–zat anorganik menjadi organik dan mengubah zat–zat beracun menjadi protein yang baik bagi kesehatan ikan.

Adapun keunggulan sistem Bioflok ini, diantaranya hemat pakan, hemat air, jumlah produksi ikan tinggi, bisa budidaya di lahan terbatas, pertumbuhan ikan menjadi lebih cepat dan seragam, hasil panen memiliki kualitas tinggi dan masih banyak lagi.

Pada kesempatan ini, Bambang juga berharap program ini tidak hanya meningkatkan komunikasi antar pelaku usaha bidang perikanan saja, tetapi temu usaha ini diharapkan bisa meningkatkan hubungan usaha antara pelaku usaha bidang perikanan dengan pelaku usaha perdagangan.

“Dan semoga dengan kegiatan ini nantinya juga bisa meningkatkan produksi dan pemasaran bidang perikanan, serta meningkatkan juga pendapatan pelaku usaha bidang perikanan di Kabupaten Mura,” harapnya.

Hadir pada kegiatan ini Kepala BRI Unit Tugumulyo, Dhana Peni Nucifera dan Dhevid Purwa Febryan sebagai Pendamping LPMUKP untuk Kabupaten Mura dan Kota Lubuklinggau serta narasumbernya oleh Kabid Pembudidaya Usaha Kecil Perikanan Ervan Malik,SP,M.Si. (AE02)

Rekomendasi Berita