oleh

Disiplin Tak Harus Menghukum

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Terbentuknya Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI) dan Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) diharapkan menjadi pelindung bagi guru ketika diterpa masalah.

Hal ini diungkapkan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H Zulinto, Senin (20/11).

Ia memastikan, tidak ada guru di negeri ini berniat untuk menghakimi siswa dengan kekerasan. Sebab setiap guru memiliki kesadaran akan tugasnya yakni mendidik.

“Memang, mendidik tidak semudah dengan mengajar. Untuk menciptakan seorang terdidik, maka dibutuhkan pendidik sebagai sosok yang dapat ditiru dan sebagai idola bagi peserta didiknya. Nah, ini yang tidak mudah. Maka sebagaimana amanat Undang-Undang (UU) Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 19 (Depdiknas 2005) menyatakan bahwa kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial. Dengan empat kompetensi ini diharapkan guru tidak lagi berpikiran bahwa mendidik, atau untuk menciptakan generasi disiplin harus dengan hukuman,” imbuhnya.

Jika ada guru yang melakukan itu (menghukum,red) siswa dengan cara mencubit, Zulinto berharap DKGI dan LKBH yang maju terlebih dahulu.

Sebagaimana kerja sama yang ditandatangani Kapolri dengan Pengurus Besar PGRI, kata dia, ketika guru melakukan kesalahan tidak diperkenankan langsung ditangkap.

“Beri waktu DKGI dan LKBH untuk memediasi. Karena hal itu dilakukan bisa jadi dalam proses pendidikan. Namun, kalau ada guru pakai narkoba, mencuri, atau mungkin melakukan aksi kriminal ya silakan ditangkap. Karena itu bukan bagian dari tugas pengabdian,” terang Zulinto.

Seorang guru yang mendedikasikan diri lewat program Indonesia Mengajar, Syafarudin menerangkan, sebenarnya untuk mendisiplinkan siswa, tidak harus dengan cara menghukumnya.

“Terlebih dengan kekerasan fisik. Jangan,” sarannya.

Ia tak menampik, kebanyakan orang sering menganggap bahwa disiplin sama dengan memberi hukuman. Padahal tidak.

“ Disiplin adalah mentaati aturan atau ketentuan dalam jangka waktu pendek atau panjang. Disiplin mengembangkan perilaku seseorang agar memiliki self control. Sementara hukuman, mengontrol perilaku seseorang,” jelasnya.

Jadi, menurutnya solusi yang bisa ditempuh guru bisa dengan pendekatan dalam pengajaran anak. Yang mengedepankan perkembangan dan pertumbuhan anak secara optimal.

“Pendekatan itu butuh kesabaran. Namun, ketika guru mampu memahami karakter anak. Maka guru akan mampu mencari solusi ketika berbenturan dengan cara pandang anak,” ungkapnya yakin.

Salah satu metode yang wajib diterapkan adalah, mendisiplinkan diri (guru,red) sebelum menuntut anak disiplin.

“Keteladanan itulah yang paling penting,” imbuhnya.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita