oleh

Disdagrin Lubuklinggau Secepatnya Lakukan Penertiban PKL

LINGGAU POS ONLINE – Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL), menjadi fokus Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kota Lubuklinggau saat ini. Selain untuk menghindari kemacetan, penertiban dilakukan untuk penataan kota jangan sampai terkesan semrawut.

Beberapa lokasi diungkapkan Kepala Disdagrin Kota Lubuklinggau, H Surya Darma menjadi fokus pihaknya saat ini. Seperti di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Pasar Pemiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, atau tepatnya di depan Pasar Inpres. Lalu di Jalan Garuda Kelurahan Pasar Pemiri atau tepatnya disamping Masjid Agung As-Salam, di dekat Stasiun KA serta PKL yang berjualan di atas trotoar.

Surya Darma menegaskan, penertiban ini bukan untuk mengusir tetapi menertibkan. Jangan sampai jalan jadi macet, dan beberapa lokasi ini menjadi terkesan semrawut akibat kehadiran PKL. Mereka boleh berjualan, tetapi pada waktu-waktu tertentu yang tidak mengganggu aktivitas pengendara jalan.

“Penertiban memang tidak bisa sekaligus kita laksanakan, tetapi secara bertahap. Secepatnya, beberapa lokasi tadi kita harapkan kedepannya sudah rapi dan tidak terkesan semrawut lagi. Sosialisasi dan imbauan saat ini terus kita lakukan, agar pedagang mau ditertibkan,” jelas Surya Darma.

Apalagi dilanjutkan Surya, sebetulnya banyak lapak yang kosong yang bisa dimanfaatkan oleh PKL di pasar-pasar tradisional, tanpa harus berjualan di badan jalan.

“Kondisi saat ini, misalkan ada 300 lapak sementara pedagangnya ada 600. Tetapi karena pedagangnya banyak berjualan di badan jalan, lapak yang tersedia malah kosong, meskipun jumlah pedagangnya banyak. Makanya kita imbau manfaatkanlah lapak yang ada, seperti di PBS masih ada yang kosong, di Pasar Simpang Periuk atau pasar tradisional kita yang baru di kecamatan. Manfaatkan lapak di sana, jangan menyempitkan jalan dengan berjualan di badan jalan,” ungkapnya.

Sementara untuk merelokasi pedagang, akan dilaksanakan ketika Pasar Inpres sudah direnovasi.

Sebelumnya pedagang mengaku masih enggan untuk direlokasi ke pasar lain.

“Kalau memang ada kesepakatan direlokasi semua, baik pedagang malam, subuh maupun siang, kami mau pindah. Tapi kalau yang siang saja, tapi malam dan pagi masih ada yang jualan kami enggan pindah,” tegas Nur (45) salah seorang pedagang sayur di Jalan Jenderal Sudirman.

Ditambahkan Nur, pedagang pada subuh banyak di Jalan Garuda dan di dalam Terminal Kalimantan, subuh mereka berjualan dan pagi hari pulang. Sementara ia mendengar bahwa Pemkot Lubuklinggau hanya akan merelokasi pedagang di Pasar Inpres tepatnya di sepanjang Jalan Sudirman saja. (rfm)

“Laporan Riena Afriani Maris”

Rekomendasi Berita