oleh

Dirut Bank Mandiri dan Inalum Kosong, 3 Calon Disiapkan

LINGGAU POS ONLINE – Jabatan Direktur Utama PT Bank Mandiri dan Direktur Utama PT Inalum sekarang sedang kosong. Ini setelah dbos di BUMN tersebut dipilih Presiden Joko Widodo sebagai Wakil Menteri (Wamen) di Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. Tiga nama sudah disiapkan untuk mengisi posisi tersebut.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan akan berkonsultasi dengan Presiden Jokowi sebelum memutuskan pengganti Kartika Wirjoatmodjo di Bank Mandiri dan Budi Gunadi Sadikin di Inalum. Kartika Wirjoatmodjo dan Budi Gunadi Sadikin pada Jumat (25/10/2019) ditunjuk Jokowi menjadi Wakil Menteri BUMN.

“Untuk satu posisi akan ada tiga kandidat. Nanti ditentukan mana yang terbaik. Dilihat rekam jejaknya dan juga hal-hal lain. Baru kemudian sesuai tahapan akan dipilih,” ujar Erick di Jakarta, Sabtu (26/10/2019).

Dirut Mandiri dan Inalum itu akan ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Erick memastikan semua calon sesuai dengan kriteria yang diminta Jokow. Seluruh calon harus memiliki visi yang sama dengan presiden serta mampu bersinergi dengan BUMN lain serta pihak.

“Ada prosesnya, RUPS sebentar lagi. Kalau saya beritahu, nanti malah menyalahi. Yang jelas pasti kita ingin membentuk tim yang profesional, bervisi sama, dan bisa bekerja sama sesuai visi presiden,” paparnya.

Khusus untuk pimpinan Bank Mandiri, Erick akan menemui Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Pertemuan dengan Wimboh dan Perry khusus untuk membahas perubahan-perubahan di perbankan BUMN.

“Saya juga harus bertemu pihak OJK pada Senin (26/10). Mungkin juga nanti ke Gubernur BI untuk juga membicarakan perubahan-perubahan di bank-bank BUMN. Jangan sampai nanti dibilang tidak ada koordinasi,” imbuhnya.

Sementara itu, duet Menteri Keuangan Sri Mulyani dan wakilnya Suahasil Nazara diharapkan mampu memperbaiki perekonomian Indonesia di tengah tekanan ekonomi global. Pengamat ekonomi Universitas Jember, Adhitya Wardhono, Sri Mulyani memang butuh pendamping. Terutama untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi melalui strategi fiskal dan otoritas fiskal. Sebab, ada target-target ekonomi yang mesti dipenuhi.

“Suahasil Nazara mengomandani Badan Kebijakan Fiskal (BKF). Ini sebuah lembaga think tank kajian kebijakan fiskal yang sepi dan jauh dari hiruk pikuk pemberitaan. Lembaga ini satu atap di bawah Kementerian Keuangan,” kata Adhitya.

Dibawah Suahasil, BKF menjadi institusi penting yang menjadi tumpuan pencapaian visi Kementerian Keuangan. Kontribusinya berupa riset dan kajian yang mendukung pengambilan keputusan keuangan negara. Sehingga sangat akrab dengan domain-domian keuangan negara yang ingin didorong lebih kuat oleh pemerintah. “Menyandingkan Sri Mulyani dan Suahasil adalah perpaduan pengalaman dan keahlian yang saling melengkapi,” imbuhnya.

Sri Mulyani dan Suahasil, lanjutnya, dibebani agenda ekonomi domestik. Seperti memperbaiki upaya percepat investasi, penyerapan tenaga kerja, peningkatan pertumbuhan ekonomi. Karena itu, Presiden Jokowi sangat berharap duet itu dapat mengakselerasi ekonomi Indonesia untuk berhadapan melawan ekonomi global. “Sri Mulyani dan Suahasil diharapkan menjadi duet maut menghadapi tantangan ekonomi Indonesia,” pungkasnya.(*)

Sumber: Fajar Indonesia Network (FIN)

 

Rekomendasi Berita