oleh

Dirjen Lapas Ancam 1.096 Napi yang Buron di Sulteng

JAKARTA – Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami mengatakan sebanyak 1.460 tahanan dan narapidana di Palu masih berada di luar lembaga pemasyarakatan (Lapas) pasca gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Dari 1.460 orang, baru 364 yang melapor ke pihaknya.

“Penghuni yang lapor sebanyak 364 orang. Sedangkan yang belum diketahui sejumlah 1.096 orang,” ujarnya saat dihubungi FIN, Selasa (9/10).

Menurut Sri Puguh, dari ribuan tahanan dan narapidana, hanya 204 yang kini berada di dalam Rutan maupun Lapas. Lebih lanjut Sri Puguh  pun mengancam akan menerbitkan surat daftar pencarian orang (DPO) jika tak melapor.

“Lebih baik melaporkan diri, jangan sampai nanti kita masukan ke DPO. Ini penting bagi yang bersangkutan, pada keluarganya, pada siapapun untuk segera laporkan saja,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho memastikan, korban tewas akibat gempa dan tsunami di Sulteng sampai hari Selasa (9/10) berjumlah 2.010 orang.

‘’Untuk Kota Palu berjumlah 1.601 orang, Donggala 171 orang, Sigi 222 orang, Parigi Moutong 15 orang dan Pasangkayu Sulbar 1 orang,’’ ujarnya melalui keterangan rilis yang diterima FIN, Selasa (9/10).

Untuk korban luka sendiri kata Sutopo, mencapai 10.679 orang. ‘’Yang mengalami luka berat sebanyak 2.549 orang, luka ringan 8.130 orang. Sedangkan korban hilang mencapai 671 orang,’’ katanya.

Sementara untuk para pengungsi yang kini tersebar di berbagai tempat jelas Sutopo, mencapai 82.775 orang. ‘’Pengungsi di Sulteng ada 74.044 orang, itu tersebar di 112 titik. Dan pengungsi di luar Sulteng ada 8.731 orang,’’ jelasnya.

Lebih jauh Sutopo menerangkan, bahwa rumah rusak akibat gempa dan tsunami ini tercatat adam 67.310 unit. ‘’Fasilitas peribadatan ada 99 unit, fasilitas kesehatan 20 unit, 1 rumah sakit, 10 puskesmas, 4 pustu (puskesmas pembantu) dan 5 poskesdes,’’ terangnya.(af/fin)

Rekomendasi Berita