oleh

Dirikan Tahfiz Quran di Muratara

MURATARA – Mendukung program Pemkab Musi Rawas Utara (Muratara) menjadi kabupaten santri, Yayasan Pertama Nusantara mendirikan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfiz Quran.

Kamis (7/2) dilakukan peletakan batu pertama Ponpes Tahfiz Quran dan Tablig Akbar se-Muratara. Kegiatan ini dimeriahkan penyanyi Wapik Azizah dan Mei Devi Narulitasari serta penceramah kondang KH Fauzi Arkan.

Ketua Yayasan Permata Nusantara Ustad Ahmad Mansur menyampaikan bahwa pembangunan pesantren tersebut merupakan tindak lanjut dari program Bupati Musirawas Utara H Syarif Hidayat yang ingin menjadikan Muratara sebagai kabupaten santri

“Landasan kami membangun Pesantren Tahfiz ini, untuk mendukung program bupati agar menjadikan Muratara sebagai kabupaten santri. Bupati belum lama ini mengirimkan banyak santri ke pondok pesantren di pulau Jawa dan Sumatra Barat,” katanya.

Dengan adanya pesantren ini, diharapkan bisa menampung para santri yang sudah selesai menimba ilmu.

“Nanti bila sudah ada yang selesai menimba ilmu, berharap Ponpes Tahfiz ini dapat menampung para alumni program 1.000 tahfiz dari Bupati Muratara,” tambahnya.

Berkenaan untuk modal awal pihaknya telah menyediakan anggaran sebesar Rp150 juta. Sedangkan untuk lahan pendirian pihaknya mendapatkan dari hasil hibah oleh Keluarga Besar Hj Rogayati Baijuri.

“Alhamdulillah ada hibah dari keluarga besar Hj Rogayati Baijuri, jadi pembangunan bisa dilaksanakan untuk lebih cepat,” tegasnya.

Sementara itu Hj Rogayati Baijuri mewakili dari keluarganya menyampaikan bahwa hibah tanah tersebut, bukan merupakan karena ia akan mencalokan diri. Melainkan karena sudah diniatkan dari dua tahun yang lalu.

“Ini bukan karena saya mau Caleg. Semata karena sudah diniatkan dari dulu, sekarang baru bertemu yang membutuhkan dan tepat untuk hal kebaikan,” ujar Hj Rogayati.

Mewakili Bupati Muratara Syarif Hidayat yang berhalangan hadir, Asisten II Setda Muratara Heriansyah menyampaikan ucapan terima kasih atas pembangunan pesantren tersebut dan berharap berjalan dengan lancar.

“Ini langkah luar biasa, kita juga berharap hal ini dapat mengubah generasi mudah menjadi lebih baik lagi kedepannya, dalam menghadapi zaman modernisasi,” sampainya.(cw3)

Rekomendasi Berita