oleh

Direktur Hakmaz Taba Bantah Bobol Brankas

LUBUKLINGGAU – Direktur Utama Hotel Hakmaz Taba, Alif Darmawan Maruszama menegaskan dan membantah tudingan yang ditujukan kepadanya terkait pembobolan brankas milik hotel.

Hal ini ditegaskannya saat jumpa pers di Hotel Hakmaz Taba, Senin (15/1).

“Laporan terhadap saya selaku Direktur Utama Hotel Hakmaz, yang dituding membawa lari uang Hotel dan membongkar brankas adalah tidak benar,” jelasnya.

Dijelaskan Alif, uang yang katanya milik eks manajer pengawas Hotel Hakmaz Taba, Dasrul, adalah uang milik hotel.

“Itu sebenarnya uang Hotel Hakmaz Taba dari 1 sampai 12 Desember 2018. Bukan uang eks manajer pengawas Hotel Hakmaz Taba, Dasrul, yang sudah digantikan Hermansyah,” kata Alif Darmawan Maruszama.

Alif menegaskan, kedatangan saya ke sini itu bukan mau mengambil uang hotel itu untuk di bawah kabur, tetapi mengamankan dan menyelamatkan uang hotel.

Ditambahkannya, sudah beberapa bulan terakhir berdasarkan laporan keuangan, banyak karyawan yang digajinya mundur.

“Harusnya tanggal 31 namun dibayar pada pertengahan bulan berikutnya. Karena banyak uang yang digelapkan,” tegasnya.

Dan diungkapkannya, jumlahnya menurut Dasrul Rp12 juta, sedangkan riilnya ditanggal 12 itu ada Rp12.305.651 dan itu ada menurutnya ada kejanggalan, karena ada nominal satu rupiah.

“Setelah saya hitung dan sudah didokumentasikan yang berada di dalam brankas total hanya sebesar Rp5.921.000,” tambah Alif.

Selain itu, uang DP aula Hakmaz Taba Syariah untuk tanggal 3 Februari 2019 sebesar Rp500.000, dan pemasukkan hotel tanggal 13 Desember sebesar Rp2.275.000.

“Kalau dijumlah di sini tidak sampai Rp12 juta, sebagai mana laporan tersebut,” jelasnya.

Kalau ditotal jumlah seluruh uang yang ada di dalam brankas tersebut dikatakannya sebesar Rp8.200.000 dan artinya ada minus kurang lebih sekitar Rp4 juta.

“Ini menjadi pertanyaan ia ke mana kurangnya. Sedangkan staf akunting di hotel menyerahkan uang kepada Dasrul dan dimasukkan ke dalam berangkas,” tegasnya.

Diteruskan Alif, mengenai penggelapan itu sudah ia buatkan laporkan ke Polres Lubuklinggau, terkait penggelapan dalam jabatan dari tahun 2015 sampai tahun 2018.

Tentunya laporan penggelapan tersebut dibeberkan Alif lebih dahulu melaporkan yang bersangkutan dalam kasus penggelapan dalam jabatan. Barulah setelah itu ia dilaporkan ke Polda Sumsel oleh Dasrul.

“Sebelum saya dipanggil oleh Polda Sumsel, besok saya akan mendatangi Polda Sumsel untuk mengklarifikasi laporan tersebut,” ujarnya.

Dan tentunya langkah selanjutnya dikatakannya, karena sudah masuk ke ranah hukum, biarkan proses hukum yang menyelesaikan dan melihat Polres Lubuklinggau bagaimana menyikapinya.

Sebagaimana diinformasikan, kasus dugaan tindak pencurian dan perusakan terjadi di Hotel Hakmaz Taba.

Sang manager, Dasrul (54) yang mengetahui tindakan tersebut langsung melapor ke Polda Sumsel, Senin (17/12). Dirinya saat kejadian perusakan sedang berada di Palembang dalam urusan bisnis, dan menerima kabar brankas hotel dibobol.

“Aku lagi di Palembang, kejadian terjadi Sabtu kemarin. Tiba-tiba pegawai saya telepon kalau brankas hotel dirusak dan duit di dalamnya sebesar Rp12 juta dibawa kabur,” ujarnya.

Kaget mengetahui kejadian dirinya langsung bertanya mengenai detail kejadian terhadap para pegawainya. Setelah diketahui, dirinya kaget yang merusak dan melakukan pencurian adalah sang Direktur Utama Hotel yang merupakan keponakannya.

Lanjutnya, saya dapat kabar yang datang dan merusak adalah keponakan saya AD. Dia sendiri menjabat Direktur Utama. Dia tinggal di Jakarta, datang memaksa masuk ke dalam ruangan saya dan membongkar brankas hotel.

Para pegawai hanya bisa melihat aksi yang dilakukan oleh sang direktur utama.

“Mereka mencongkel dengan obeng, sehingga brankas tersebut rusak,” jelasnya.

Akibat tindak pencurian tersebut uang hotel lenyap, dan brankas tempat menyimpan dokumen rusak. Belum diketahui motifnya pencurian dan perusakan tersebut.(awj)

Rekomendasi Berita