oleh

Dipastikan Ponpes Tidak Ada Paham Radikalisme

Persatuan Ponpes di Lubuklinggau Tolak ISIS

Persatuan Pondok Pesantren (Ponpes) di Lubuklinggau berdialog adanya salah satu Ponpes dugaan paham radikalisme dan ISIS melalui surat kaleng. Apa hasil dialog itu?

Laporan Hendy Renaldy, Dempo

Persatuan Ponpes di Lubuklinggau sepakat menolak dan menentang apapun bentuk organisasi terlarang ISIS.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan perwakilan persatuan Ponpes, Ustadz H. A Fahmi memberikan keterangan setelah berdialog dengan Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar didampingi Wakapolres, Kompol Andi Kumara di Mapolres sekitar pukul 13.00 WIB, Jumat (8/12).

Sengaja mengklarifikasi tentang adanya surat kaleng yang menuduh salah satu Ponpes di Lubuklinggau di dalamnya diduga terdapat organisasi ISIS dan berbuat radikal di sana. Itu sama sekali tidak benar.

“Oleh sebab itu kami merasa perlu untuk harus membahas dan menjelaskan permasalahan ini,” kata H. A Fahmi, Jumat (8/12).

H. A Fahmi menjelaskan, menurutnya selama ini seluruh Ponpes di Lubuklinggau bahu membahu bersama Polres dan pemerintah setempat mengawasi dan mengantisipasi apapun yang berbau teroris serta radikalisme.

“Pastikan dan tegaskan bahwa itu sama sekali tidak benar. Kami bersama dan bekerja sama polisi mengawasi Lubuklinggau mengenai hal-hal berbau radikalisme,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar mengatakan bahwa sebenarnya ini semua bermula ada surat kaleng yang menyebar di Media Sosial (Medso) tentang adanya surat dugaan tentang ISIS.

“Maka dari itu, kepolisian mengundang ulama dan pihak Ponpes sama-sama mengklarifikasi tuduhan tersebut. Serta letupan-letupan dalam nuansa berkehidupan masyarakat,” kata Sunandar.

Kapolres menjelaskan, jadi kami dari aparat kepolisian memanggil seluruhnya pengurus Ponpes di Lubuklinggau untuk mengklarifikasi.

“Setelah dilakukan pembahasan dan berdialog dan yakin serta percaya Ponpes di Lubuklinggau tidak adanya dugaan paham radikalisme serta ISIS,” tutupnya.(*)

Komentar

Rekomendasi Berita