oleh

Dipasang Stiker, Penerima PKH Pilih Mundur

LINGGAU POS ONLINE – Pemasangan stiker bagi Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM-PKH) di Kecamatan Tugumulyo terus berlanjut. Kali ini, stiker

bertuliskan “Saya benar-benar keluarga miskin”. Hasilnya, sejumlah penerima “sadar” dan mengundurkan diri.

Penerima yang mengundurkan diri terlebih dahulu membuat surat penyataan. Penempelan stiker masih terus berlangsung, untuk progresnya sendiri sekitar 70 persen.

Camat Tugumulyo, H Irwansyah mengapresiasi bagi warga yang mengundurkan diri, saat akan dipasang stiker KPM dan menyerahkannya ke orang yang lebih

memerlukannya. Ditempelnya stiker bagi penerima, bertujuan agar penyaluran bantuan tepat sasaran, tertib, dan sekaligus mendata warga mana saja yang seharusnya layak menerima bantuan ini.

“Ada salah satu warga yang mundur saat kita pasang stiker KPM di rumah, artinya ia sudah sadar bahwa sudah mampu,” kata Irwansyah kepada koran ini, Kamis (6/9).

Sebelumnya, pihaknya banyak mendapat laporan warga, bahwa ada banyak warga yang tidak selayaknya menerima bantuan tersebut, namun fakta di lapangan mereka

menerima bantuan itu. Jadi jika dipasang stiker ini terlihat jelas apakah layak atau tidak dengan pemasangan stiker.

“Dengan stiker ini bisa mengurangi juga warga yang mengaku-ngaku miskin. Mudah-mudahan upaya yang dilakukan ini memberikan efek positif,” ucapnya.

Dirinya berharap, semoga yang penerima KPM tersebut dapat bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari. Dan untuk yang mengundurkan diri dari KPM, semoga rezekinya setelah meninggalkan bantuan akan lebih banyak dan berkah.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Agus Susanto melalui Kabid Organisasi dan Bantuan Sosial (Orbansos), Evan Saipani juga mengatakan pendamping KPM-PKH telah

mengeluarkan 499 KPM PKH yang sudah tidak memenuhi syarat, jumlah ini tersebar di 14 kecamatan se-Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Kemudian, syarat untuk dapat program bantuan ini berada bawah garis kemiskinan, dan memiliki tanggungan. Seperti ibu hamil, serta memiliki anak yang masih sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Maka pada tahap IV ini jumlah KPM PKH berjumlah 16. 840 orang.

“Setiap bulan selalu dilakukan rapat antara pendamping dengan KPM PKH, sehingga para KPM sudah mengetahui kalau mereka sudah tidak bisa lagi menerima program PKH,” kata Evan Saipani.

Ditambahkan, setiap dilakukannya pertemuan dengan para penerima PKH, pendamping membuat arsip baik berupa foto maupun daftar hadir. Tujuannya, sebagai bahan laporan mereka terkait adanya penerima yang sudah tidak layak lagi untuk mendapatkan program tersebut.

“Laporan Daulat”

Rekomendasi Berita