oleh

Dinsos Musi Rawas Programkan 14 Paket Bedah Rumah

-Musi Rawas-739 dibaca

LINGGAU POS ONLINE, MUARA BELITI – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Musi Rawas (Mura) telah menyiapkan 14 paket bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi warga miskin. Dari 14 paket disiapkan baru tujuh dipastikan menerima bantuan itu.

Kepala Dinsos Kabupaten Mura, Agus Susanto melalui Kepala Bidang (Kabid) Fakir Miskin, Kopli mengatakan sementara ini dari 14 paket itu, baru ada tujuh sudah layak menerima bantuan. Ketujuh rumah ini sesuai dengan kriteria yang ada.

Kopli menyatakan penyebaran tujuh warga akan mendapatkan bantuan bedah rumah itu berada di Desa E Wonokerto Kecamatan Tugumulyo sebanyak 2 rumah, Desa Ketuan Jaya Kecamatan Muara Beliti sebanyak 2 rumah.

Kemudian Desa Muara Kati Baru (MKB) l Kecamatan TPK sebanyak 1 rumah dan Desa Mekar Sari Kecamatan Muara Kelingi sebanyak 2 rumah.

“Sesuai instruksi Bupati Mura H Hendra Gunawan untuk bantuan ini diprioritaskan bagi warga miskin yang tinggal dengan status desa tertinggal dan sangat tertinggal,” jelas Kopli, Kamis (5/7).

Kopli mengimbuhkan untuk bantuan rehab diberikan dalam bentuk barang, berupa material. Mulai dari seng, semen, paku, kayu dan lain-lain yang disesuaikan dengan keadaan rumah itu.

“Untuk satu rumah dianggarkan sebesar Rp 14.500.000. Dimana, dalam pelaksanaan rehab dilakukan secara gotong royong,” ucap Kopli.

Mengenai sisa tujuh paket bantuan lainnya, yang tersedia dan belum ada penerimanya. Maka pihaknya akan turun ke lapangan, yakni ke Desa Anyar Kecamatan Muara Lakitan dan Desa Jambu Rejo Kecamatan Sumber Harta.

“Sedangkan kriteria warga menerima bantuan ini, mulai dari lantai rumahnya masih terbuat dari tanah, dinding papan dan atap yang rusak,” ujarnya.

Kepala Desa (Kades) Desa Ketuan Jaya, Kecamatan Muara Beliti, Misfa mengaku bagi warga yang menerima sangat terbantu dengan adanya program ini, untuk mempercepat pengentasan rumah layak huni bagi keluarga miskin di Kabupaten Mura.

Sehingga, diharapkan mereka memiliki dan menempati rumah layak huni sesuai dengan standar kesehatan yang ada.

“Sebelum bantuan ini diberikan tentunya dilakukan survei kelapangan secara langsung. Sehingga, dengan begitu bantuan tersebut dapat tepat sasaran,” terang Misfa. (04)

Rekomendasi Berita