oleh

Dinkes Muratara Sosialisasi dan Tes HIV/AIDS Gratis

Peringatan Hari AIDS Sedunia 2017

Dinas Kesehatan (Dinkes) Muratara akan melakukan deteksi dini terhadap Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), tahun 2018 mendatang. Bagaimana tahapan awalnya?

Laporan Aspin Dodi, Muratara

SELURUH masyarakat penderita penyakit TB Paru dan Ibu Hamil (Bumil) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) harus mengikuti pemeriksaan HIV/AIDS.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), dr Marhendra Putra melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P), Fatahul Rahman, Rabu (6/12).

Di Aula RM Sederhana Kelurahan Muara Rupit Kecamatan Kabupaten Muratara, pada kegiatan sosialisasi penyakit HIV/AIDS dan tes HIV/AIDS . Pengecekan HIV/AIDS ini dilakukan terhadap peserta secara gratis.

Sosialisasi yang dilaksanakan sehari tersebut diikuti oleh seluruh Camat, Kepala desa dan Kepala Unit Pelaksana Tugas Dinkes di lingkungan Kabupaten Muratara dalam rangka memperingati Hari HIV/AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember 2017.

Fatahul Rahman menjelaskan, sosialisasi yang mengambil tema mari tingkatkan Kewaspadaan penyebaran HIV, AIDS dengan melakukan pendeteksian sejak dini. Dengan tagline “Saya berani, Saya sehat” bertujuan agar masyarakat terhindar dari penyakit HIV,AIDS.

“Sosialisasi ini kita sampaikan kepada Camat, Kades, Kepala UPT Puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Muratara, untuk selanjutnya mereka menyosialisasikan ke masyarakat di tempat tugas maupun tinggal mereka, ” sebutnya.

Lebih lanjut, sesuai pertemuan PBB tahun 2012 lalu merumuskan beberapa hal yang disebut three zero yakni, tidak ada lagi penularan HIV/AIDS pada tahun 2030, tidak ada lagi kematian akibat HIV/AIDS, tidak ada lagi stigma dan diskriminasi pada tahun 2030.

Dengan strategi fast track 90,90,90 yang merupakan penjabaran dari 90 % orang yang hidup dengan HIV/AIDS harus mengetahui bahwa dirinya terkena HIV. 90 % harus diobati dan 90 % harus dipertahankan pengobatannya.

“Dengan begitu kita bisa memonitor virus di dalam tubuhnya,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, HIV/AIDS muncul sejak 1981 hingga sekarang belum ada obatnya. Sementara untuk penderita HIV/AIDS di Kabupaten Muratara ada dua, tapi keduanya sudah meninggal.

“Kalau di daerah kita ada dua orang penderita, yang balik dari bekerja di luar daerah. Tapi sekarang keduanya sudah meninggal,” sebutnya. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita