oleh

Dinkes Awasi Penjualan Kue Kering

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU- Menjelang Idul Fitri 1439 H Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau segera melakukan pengawasan terhadap penjualan kue kering. Terutama yang ada di kaki lima, serta di supermarket.

Sekretaris Dinkes Kota Lubuklinggau Cikwi mengatakan, Dinkes telah membentuk tim dari Sumber Daya Kesehatan (SDK) dan kemudian melibatkan beberpa staf yang lainya yang melakukan pengawasan secara berkala.

“Dalam pengawasan ini bukan hanya tim SDK saja tetapi ada tim gabungan dari Polres, dan OPD lain yang ikut mengawasi langsung ke lokasi pedagang. Dan Ramadhan ini kami sudah menandatangani surat tugas untuk melakukan pengecekan makanan yang diduga sudah kadarluasa,”jelas Cikwi.

Ia mengingatkan masyarakat jangan segan –segan melapor kepada Dinkes bila terdapat sesuatu hal yang mencurigakan, terutama saat belanja makanan maupun minuman.

“Kita berharap masyarakat ikut berpartispasi karena kami berupaya melindungi masyarakat agar jangan sampai terkonsumsi bahan – bahan yang berbahaya. Karena, kalau terus menerus konsumsi bahan bahaya, bisa fatal akibatnya. Dapat mempengaruhi kepintaran, kecakapan, IQ, dan interdegensi bahkan dampaknya bisa 5 sampai 6 tahun,”ungkapnya.

Sementara itu, saat Linggau Pos melakukan investigasi di Pasar Inpres, salah seorang pedagang kue kering Bakri (43), memastikan, kue yang dijualnya masih bagus dan tidak ada yang melempem.

” Pembeli saat ini sudah pintar, mereka tidak mau membeli kalau kue yang tidak bagus,” tegas Bakrie.

Ia mengaku sudah lama berjualan kue. Belum ada pembelinya yang protes, kalau barang daganganya ada yang jelek.

“Saya ini bukan buat sendiri, tetapi membeli dari distributor yang membuat kue. Saat menerima barang saya pun ngecek ulang, bagus atau tidak. Kalau tidak bagus, ya saya kembalikan,” ungkapnya.

Martazila (40), salah seorang pembeli mengaku lebih teliti saat membeli kue agar tetap enak dimakan ketika lebaran.

“Ya dilihat dulu, kalau memang tidak bagus kenapa di beli. Biasanya memang ada beberapa yang pedagangnya kurang teliti, sudah melempem belum disingkirkan, dikira pembeli masih dijual,” ungkap Martazila. (CW01/13)

Rekomendasi Berita