oleh

Dilarangan bakar Hutan dan Lahan

LINGGAU POS ONLINE – Beragam cara dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas (Mura) dalam upaya menyosialisasikan larangan membakar hutan dan lahan.

Selain menyambangi masyarakat langsung hingga ke daerah pelosok, BPBD menyosialisasikan melalui spanduk dan papan imbauan yang dipasang di kawasan strategis serta lokasi perusahaan perkebunan.

Seperti spanduk (papan imbauan) yang dipasang di Bundaran Agropolitan Center, Desa Muara Beliti Baru, Kecamatan Muara Beliti bertuliskan, “Dilarang !!!… Membuka Lahan Dengan Cara Membakar”.

Kepala Pelaksana BPBD Mura, Paisol mengatakan tujuan pemasangan spanduk itu untuk lebih mengintensifkan upaya penanggulangan Karhutla yang digalakan BPBD Mura.

Sehingga diharapkan tidak ada warga atau perusahaan yang berani melanggar larangan itu.

“Ya, kita gencar turun menyosialisasikan. Jangan sampai ada masyarakat yang melakukan pembakaran hutan dan lahan. Apapun bentuknya baik untuk pembukaan lahan pertanian, perkebunan ataupun lainnya. Sebab, sanksi tegas diberikan kepada pelaku pembakaran,” kata Paisol kepada koran ini, Rabu (3/7).

Menurutnya, sanksi tegas pelaku pembakaran dan pemilik lahan sudah ada yang diproses secara hukum oleh aparat kepolisian. Sehingga, pihaknya gencar turun mencegah agar tidak ada pembakaran hutan dan lahan sebagai upaya preventif.

“Kita ingin masyarakat paham dan jangan sampai ada ketidaktahuan karena ada aturan hukum yang melarang membakar hutan dan lahan,” jelasnya.

Oleh Sebab itu, dirinya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat di “Bumi Lan Serasan Sekantenan” untuk menjaga, memelihara serta melestarikan hutan dan lahan dari bahaya kebakaran.

“Dengan imbauan ini, semoga masyarakat menyadari akan dampak bahaya yang ditimbulkan akibat membakar hutan dan lahan,” harapnya. (dlt)

Rekomendasi Berita