oleh

Hanya Sekolah Unggulan yang Boleh Tarik SPP

LINGGAU POS ONLINE – Ada 21 SMA negeri dan enam SMA swasta di Kabupaten Musi Rawas (Mura). Hanya ada dua sekolah yang menarik SPP dari orang tua/wali siswa, yaitu SMAN Unggulan Megang Sakti dan SMAN 2 Unggulan Muara Beliti.

Ini diungkapkan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Mura, Hairul Aswar, kemarin.

Sementara untuk SMA lainnya, kata Hairul, masih menggunakan dana Program Sekolah Gratis (PSG).

“Ya, untuk sementara hanya dua sekolah itu saja. Tidak hanya 2019 ini saja, 2018 lalu juga tidak ada lagi sekolah yang menarik SPP. Kalau SMAN Megang Sakti dan SMAN 2 Muara Beliti memang ada Juknis-nya boleh menarik SPP, sebab sekolah unggulan,” jelas Hairul.

Dikatakannya, mengenai biaya SPP di SMAN Unggulan Megang Sakti Rp100 ribu per siswa per bulan.

“Namun, untuk SMAN 2 Muara Beliti belum tahu berapa besaran SPP-nya. Setahu saya, saat ini, mereka belum memungut, dikarenakan belum melakukan rapat komite,” jelasnya.

Terpisah Ketua MKKS SMA Kabupaten Muratara, Darmadi membenarkan SMA negeri belum diperkenankan menarik SPP. Kecuali ketika sudah ada Perda-nya yang mengizinkan penarikan SPP.

“Dengan dana PSG Rp750.000 per anak per tahun, sebenarnya cukup untuk operasional. Pencairannya per triwulan. Biasanya dari dana PSG itu, kami pakai untuk gaji guru honorer dan tugas tambahan. Selain itu, kami juga ditopang dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Rp1,4 juta per siswa per tahun. Cairnya juga per triwulan,” jelas Darmadi.

Biasanya, BOS Triwulan I cairnya 20 persen. Lalu Triwulan II cairnya 40 persen, 20 persennya untuk membeli buku.

“Dari dana BOS ini, bisa dipakai untuk belanja modal, barang dan jasa,” terang Darmadi.

Ketika sekolah merasa kekurangan dari sisi pendanaan untuk operasional, menurut Darmadi boleh meminta bantuan dari Komite Sekolah.

“Asal sesuai Permendikbud No.75 Tahun 2016 itu, bentuknya bukan SPP, melainkan sumbangan sukarela atau bantuan sesuai kemampuan,” terang Kepala SMAN Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir ini.

Menurutnya, tujuh SMA negeri dan satu SMK negeri di Muratara tak perlu risau. Sebab dana PSG 2019 ini cair tepat waktu.

“Berbeda dengan tahun 2017 lalu, memang ada yang kurang. Kalau dana PSG ini, paling lambat cairnya setengah bulan. Bahkan jarang terlambat,” imbuhnya. (dlt/lik)

https://www.linggaupos.co.id/demi-kemajuan-sekolah-butuh-biaya/

Rekomendasi Berita