oleh

Dikenal Piawai Mengukir Kayu

Kreativitas Mat Abdul Terkendala Dana

Mat Abdul tercatat sebagai warga Desa Talang Banyu, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang. Pria 39 tahun ini memiliki keterampilan dalam mengukir kayu. Namun, untuk mengembangkan usahanya, ia terkendala dana.

Laporan Kayan Manggala, Tebing Tinggi

KEDIAMAN Mat Abdul tepat di belakang Mapolsek Tebing Tinggi. Kami menyambangi rumahnya, Rabu siang (5/9). Menyambut kedatangan saya, ayah tiga anak itu antusias menunjukkan beberapa karyanya.

Secara terbuka, kata dia, rumah yang ditempatinya itu masih menumpang.

“Iya, kami masih menumpang dengan salah satu warga sini. Penghasilan saya dari mengurus sawah, sambil membuat pegangan maupun sarung pisau bentuk ukiran. Saya memang punya sedikit keterampilan bidang itu (ukir),” jelas Mat Abdul.

Kemarin, ia juga menunjukkan senapan angin full set dengan bentuk menyerupai senapan laras panjang tapi berbahan kayu mahoni karyanya.

Ia juga kerap dipercaya warga sekitar membuat kursi untuk bersantai dengan menggunakan bahan bambu.

“Usaha saya ini belum dikenal banyak orang. Disamping itu, juga masih terkendala modal awal. Karena untuk dapat kayu dan bambu yang bagus, sekarang sulit. Kalau beli, harganya mahal,” jelasnya.

Meski begitu, ia berusaha untuk tetap menghidupkan roda bisnisnya. Untuk pemesanan pegangan pisau satu set Rp 200 ribu sampai Rp 400 ribu. Sedangkan untuk kursi bambu satu setnya dari Rp 700 ribu sampai Rp 2 juta.

“Itu semua tergantung dengan tingkat kesulitannya serta motif yang diinginkan konsumen,” ungkapnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Empat Lawang mendukung agar kreativitasnya bisa tersalurkan dan bisa berkembang.

“Kami sangat berharap ada bantuan pemerintah, baik modal maupun pembinaan agar usaha saya ini bisa berkembang ke depannya,” harap Mat Abdul. (*)

Rekomendasi Berita