oleh

Digrebek di Persembunyian Jambret Kabur, Hendak Ditembak Menyerahkan Diri

LINGGAU POS ONLINE – Petugas Polsek Lubuklinggau Utara, Kamis (7/11/2019) sekitar pukul 19.00 WIB mengerbek pondok di Sungai Muara Kelurahan Belalau I Kecamatan Lubuklinggau Utara I.

Pondok itu diduga tempat persembunyian tersangka PER (17) warga Kelurahan Tanjung Raya Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Ia buron sejak Juli 2019, dalam kasus jambret ponsel dengan modus jual beli di lapak Facebook.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono melalui Kapolsek Lubuklinggau Utara AKP Harrison Manik menjelaskan, diduga tersangka mengetahui ada petugas datang. Makanya saat digrebek, tersangka sudah kabur.

Pondok tempat persembunyian tersangka PER yang digrebek petugas Polsek Lubuklinggau Utara

“Petugas dipimpin Kanit Reskrim Aiptu Arahmanu padahal harus berjalan kaki melewati areal perkebunan warga dan menyeberangi sungai. Sampai di sana tersangka sudah kabur,” jelas Kapolsek.

Tidak kehilangan akal, malam itu juga petugas mendatangi kediaman orang tua tersangka. “Diimbau kepada orangtuanya, agar tersangka diserahkan, atau kami tindak tegas,” jelasnya.

Ternyata himbauan itu diikuti orang tua tersangka. “Jumat (8/11/2019) sekitar pukul 14.00 WIB tersangka diserahkan pihak keluarganya ke Kanit Reskrim. Selanjutnya langsung diamankan, untuk dilakukan penyidikan,” jelas Kapolsek.

Kronologis kasusnya tersangka PER bersama rekannya AWS (16) yang sudah ditangkap terlebih dahulu, merencana pencurian ponsel dengan modus jual beli melalui lapak di Facebook.

Senin, 8 Juli 2019, awalnya AWS dan PER mencari korban di Facebook. Diketahui Orlando Kurniawan (25) warga Jalan Meranti Kelurahan Tanjung Aman Kecamatan Lubuklinggau Barat I, hendak menjual ponsel Oppo F9 senilai Rp 2,8 juta.

“Awalnya korban menjual ponsel miliknya melalui lapak di media sosial. Tersangka AWS langsung menawar, dengan alasan untuk ayuknya. Sehingga mereka janji bertemu untuk transaksi,” jelas Kapolsek.

Tersangka AWS dan korban bertemu di Jalan Rambutan. Awalnya tersangka pura-pura hendak melihat kondisi ponsel milik korban. Namun, ketika ponsel diberikan, tersangka langsung berlari.

Ia lari menuju areal persawahan, bahkan melintasi depan rumahnya sendiri. Ternyata sudah menunggu tersangka PER menggunakan sepeda motor. Mereka pun langsung tancap gas.

Menurut pengakuan tersangka AWS, ponsel yang dirampasnya dijual kepada seseorang inisial EJ, Rp1,3 juta, dan dibagikan kepada tersangka PER Rp300 ribu.(*)

Rekomendasi Berita