oleh

Digadang Bisa Aliri 15 Ribu Hektare Sawah

Tak Sabar Tunggu Pembangunan Bendungan Rawas

Pemerintah Daerah Kabupaten Muratara belum bisa memprediksi kapan pembangunan bendungan Rawas dilakukan. Bendungan di Desa Sungai Baung, Kecamatan Rawas Ulu tersebut digadang dapat mengaliri 15 ribu hektare lahan milik masyarakat.

Laporan Aspin Dodi, Muratara

KEPALA Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Kabupaten Muratara, Suhardiman membenarkan. Jika Pemerintah daerah sudah merencanakan pembangunan bendungan sungai Rawas di wilayah Kecamatan Rawas Ulu.

Fungsinya, untuk mengaliri sekitar 15 ribu hektare sawah milik masyarakat.

“Memang itu sudah direncanakan pembangunan bendungan di Sungai Rawas. Saya untuk masalah teknis kurang tahu, karena saya hanya memegang di bidang perikanan dan pertanian saja,” katanya kemarin (29/12).

Dia mengatakan, jika konsep bendungan Rawas itu di ambil dari saluran primer watervang yang membendung Sungai Lakitan sebagai sumber air para petani di wilayah Kabupaten Musi Rawas. Rencananya, konsep ini bakal di bawa ke kabupaten Muratara, untuk menghidupkan kembali sektor pertanian dan perikanan di ‘Bumi Beselang Serundingan’ ini.

‘Memang kendala saat ini wilayah kita masih kesulitan sumber air. Untuk ke depan ada beberapa proyek yang bakal kami garap, seperti pembentukan cetak sawah dan perbaikan sejumlah irigasi tesier,”bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Keuangan Daerah (DKD), Duman Fashcyal melalui Kabid Anggaran, Izhar mengatakan, Pemerintah Kabupaten Muratara akan segera menggarap proyek pembangunan bendungan sungai Rawas itu. Namun pembangunan itu akan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah pusat. Sampai saat ini pihaknya mengaku belum mendapatkan informasi lanjutan mengenai pembangunan bendungan Rawas itu.

“Untuk pembebasan tapak bendungan itu dikembalikan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan. Kalau untuk usulan dana pembangunan ke pusat, kita belum melakukan karena lahannya harus siap dulu. Tapi di 2017 kegiatan itu dilakukan oleh DLHP,”sebutnya.

Sementara itu, anggota DPR RI, Fauzih H Amro yang sempat melakukan kunjungannya ke wilayah Kabupaten Muratara, menegaskan, pembangunan bendungan rawas itu lambat tapi pasti akan dilakukan, karena itu sifatnya wajib di bangun, bendungan rawas sudah masuk dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Tinggal nanti dari komisi 5 mendorong dan memediasi Pemda untuk beraudiensi dengan pihak kementerian” ucapnya.

Dia menegaskan, semua pelaksanaan pembangunan bendungan Rawas ini, akan menggunakan Dana Alokasi Khusus dari pemerintah pusat. Sebagai wujud nawacita ketahanan pangan.

“Potensi bendungan Rawas sangat besar, selain dapat mengaliri sekitar 15 ribu hektare sawah petani. Bendungan itu juga dapat menghidupkan perekonomian masyarakat seperti di wilayah Tugumulyo Kabupaten Mura,” ucapnya.

Pihaknya berharap, masyarakat Muratara untuk bersabar karena saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak.

“Muratara ini Dapil saya. Jadi otomatis saya akan perjuangan, potensi bendungan Rawas jelas sangat besar, selain pertanian, sektor perikanan juga bisa dikembangkan. Untuk masyarakat bersabar dan tetap dukung terus percepatan pembangunan di Muratara,” imbuhnya.(*)

Komentar

Rekomendasi Berita