oleh

Diduga Puncak Konflik

Psikolog, Irwan Tony

PSIKOLOG Irwan Tony mengaku prihatin mendengar terjadinya kasus pembunuhan, yang dilakukan suami terhadap sang istri, Senin malam (4/12).

Ia menjabarkan, ketidakmampuan seseorang mengendalikan emosi, bisa berdampak fatal.

Sebelum mengulas itu, Irwan Tony menjabarkan emosi bisa terjadi karena faktor biologis dan psikologis. Wujudnya menjadi kecenderungan untuk bertindak. Emosi tak hanya terwujud dalam bentuk amarah. Bisa jadi berbentuk senang, sedih, bahkan senyum.

Sebuah emosi berdampak negatif, ketika tidak mampu dikendalikan dengan benar.

“Salah satu contohnya pada kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Siklus KDRT itu ada tiga fase. Fase pertama, konflik, kedua kekerasan, ketiga minta maaf, keempat bulan madu lanjut konflik lagi dan seterusnya. Jadi bisa jadi ini (pembunuhan,red) terjadi karena puncak konflik, sementara keduanya tidak bisa mengendalikan emosi,” imbuhnya.

Sebagai pasangan suami istri, lanjut Irwan Tony, harus mampu saling memahami tentang sifat, karakter, dan kepribadian yang jelas berbeda.

“Untuk mencegahnya, pasangan suami istri harus bisa saling menolerir kekurangan dan menerima apa adanya. Saling bisa memberi masukan. Agar hal begini bisa dihindari,” pesannya.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita