oleh

Diduga Orasi Politik Dalam Kampanye Paslon

Tim Advokasi NanSuko Laporkan Oknum ASN

Ketua Tim Advokasi Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2, H SN Prana Putra Sohe-H Sulaiman Kohar (NanSuko), Fauzi Arianto melaporkan keterlibatan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) karena ikut kampanye.

Laporan Tim Linggau Pos, Sukajadi

OKNUM ASN tersebut merupakan seorang guru SMP Negeri di Kota Lubuklinggau. Laporan ini dibuktikan dengan adanya video orasi oknum guru SMP tersebut. Bahkan, kini telah viral di media sosial.

Dalam video tersebut oknum guru SMP ini tengah melakukan orasi didampingi seorang wanita berjilbab merah mirip dengan Riezky Aprilia, calon Wakil Walikota Lubuklinggau. Kuat dugaan, itu terjadi dalam kampanye yang dilakukan di Kelurahan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Bahkan, dalam video yang diduga terjadi pada 5 April lalu ini, wanita tersebut mengkritik Taman Kurma Masjid Agung As-Salam Lubuklinggau.

“Dugaan pelanggaran tersebut sudah kita laporkan ke Panwaslu, mulai bukti foto hingga video yang bersangkutan tengah melakukan orasi,” jelas Ketua Tim Advokasi NanSuko, Fauzi Arianto.

Menurut dia, dilakukannya pelaporan ini karena ingin membuktikan kepada masyarakat maupun Panwaslu, terkait isu kalau NanSuko memobilisasi ASN. Padahal, NanSuko tidak memiliki kewenangan atau kekuatan untuk melakukan hal itu.

“Perlu diketahui, kalau kandidat kita tidak menjabat Walikota-Wakil Walikota lagi. Jadi, tidak mempunyai kekuatan untuk melakukan mobilisasi terhadap ASN. Nah, sekarang sudah terjawab siapa yang melakukan mobilisasi terhadap ASN, kita atau kandidat lain,” tegasnya.

Maka dari itu, dirinya meminta Panwaslu Kota Lubuklinggau untuk segera menindaklanjuti laporan yang sudah disampaikannya itu. Berdasarkan Undang-Undang (UU) No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Lalu UU No.10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, Peraturan Pemerintah (PP) No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, dan PP No. 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korp dan Kode Etik PNS. Serta SE KASN No B-2900/KASN/11/2017 TGL 10 Nov 2017 tentang Pengawasan Netralitas Pegawai ASN Pada Pilkada Serentak 2018, dan Surat MenPAN-PB Nomor B/71/M.SM.00.00/2017 TGL 27 Desember 2017 tentang Pelaksanaan Netralitas ASN.

“Dalam aturan sudah dijelaskan, ASN dilarang orasi, like, foto bareng dan menyebarkan visi dan misi Paslon. Maka, kami meminta oknum ASN ini ditindak tegas, sesuai aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Terpisah, Divisi SDM dan Organisasi Panwaslu Kota Lubuklinggau, Mursydi menjelaskan kalau pihaknya siap memproses laporan yang sudah dilakukan tim Advokasi Paslon nomor urut 2, sesuai aturan yang berlaku.

“Semua laporan akan kita tindak lanjuti. Dan yang dilaporkan ini sudah kita proses melalui Panwascam Lubuklinggau Utara II, karena indikasi pelanggaran ini sudah ditemukan Panwascam,” jelasnya.

Bahkan, dilanjutkan Mursydi, kalau ditemukan ada pelanggaran, dan memenuhi unsur akan langsung direkomendasikan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Sanksinya cukup berat, mulai teguran ringan, keras hingga pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri,” tegasnya. (*)

Rekomendasi Berita