oleh

Diduga Masih Ada Korban Anak Bawah Umur

KPAD Lubuklinggau Endus Human Trafficking

Gaya hidup hedonis, diduga membuat remaja mudah terjebak pada pergaulan yang salah. Bahkan lebih mengkhawatirkan, jika secara sadar ikut serta menjadi pelayan ‘lelaki hidung belang’.

Laporan Sulis, Lubuklinggau

KETUA Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Lubuklinggau Abdul Hamim mengkhawatirkan, remaja Lubuklinggau tergiur pada pergaulan bebas.

“Kami sedang mendalami informasi itu dulu. ‘Baunya’ sudah ada. Gelagatnya sudah ada. Tinggal memastikan di mana tempat nongkrongnya,” jelas Hamim, kemarin.

Menurutnya, diduga human trafficking yang disinyalir juga melibatkan oknum pelajar SMA ini sudah terorganisir, dan sistematis.

“Caranya sangat masif. Kita yang datang akan disodori foto oleh si mucikari. Dia (mucikari, red) juga yang membuka omongan tarifnya. Dari situlah pengembangannya. Yang dipesan (wanita, red) nunggu di mana,” terang Hamim.

Karena diduga wanita yang jadi korban Human Trafficking ini di bawah umur, ia akan berusaha untuk mengungkap masalah ini.

“Ini bahaya. Makanya kami harus bergerak cepat,” jelasnya.
Abdul Hamim berharap orang tua dan guru bisa memberikan perhatian lebih kepada anak-anak remaja. Terutama yang sudah masuk usia SMA.

“Mereka (Pelajar SMA,red) itu calon pemimpin masa depan. Jadi sayang kalau masa depan mereka rusak gara-gara salah pergaulan. Jadi menasihati itu penting. Ditambah dengan penguatan pemahaman agama,” jelasnya.(*)

Komentar

Rekomendasi Berita