oleh

Diduga Ingin Curi Perhiasan

Linggau Pos Online,

SEMENTARA itu Kapolres Musi Rawas (Mura) AKBP Suhendro melalui Kapolsek Karang Dapo, AKP Yani Iskandar menerangkan anggotanya sudah mengecek kondisi makam Mbah Narni, Selasa (29/1) pagi.

“Iya, tim kami sudah ke lokasi (makam, red). Kondisinya memang sudah digali. Di lokasi kami dapati ada dua cangkul dan satu linggis. Dugaan sementara tersangka yang menggali makam ini lebih dari satu orang,” jelas dia, kemarin.

Kapolsek mengatakan, diduga tersangka menggali kuburan Mbah Narni bukan motif untuk ilmu hitam. Melainkan untuk mencari perhiasan.

“Sebab Mbah Narni ini beragama Kristen. Kemungkinan tersangka berpikiran di dalam makam Mbah Narni ini ada perhiasannya yang ikut dikubur saat pemakaman jenazah. Ternyata menurut informasi keluarga, hanya tas berisi pakaian dan sebuah alkitab yang ikut dikubur bersama jasad Mbah Narni,” jelas Kapolsek.

Kapolsek juga memastikan, karena cuaca hujan, proses penggalian makam yang dilakukan para tersangka agak sulit. Sebab tanah juga sangat lembek. Dan para tersangka hanya berhasil menarik tangan jasad Mbah Narni. Kapolsek juga menduga, bisa jadi para tersangka ini kesiangan.

Makanya, saat warga melihat langsung kondisi makam Mbah Narni, tangan jasad Mbah Narni tampak ke permukaan, dengan kondisi sarung tangan yang sudah terlepas.

“Padahal menurut keluarga, saat dimakamkan, jasad Mbah Narni memakai sarung tangan,” imbuh Kapolsek.

Sampai kini, tim Polsek Karang Dapo belum menindaklanjuti kasus ini dengan mengejar siapa tersangka pembongkaran makam Mbah Narni tersebut. Sebab, dari pihak keluarga belum melaporkan secara tertulis.

“Laporannya masih lisan, jadi kami belum bisa mengejar tersangkanya. Laporannya harus tertulis,” saran Kapolsek. (lik/cw3)

Rekomendasi Berita