oleh

Diduga Banyak Kecurangan Saat Pilkada

Mardiana : Ketua Hanya Sebutan Saja

LINGGAU POS ONLINE, SENALANG – Beranjak dari keprihatinan sering melihat kecurangan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) di lingkungan tempat tinggalnya, membuat Mardiana bertekad ingin menjadi salah seorang petugas yang bisa mengawasi proses pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018 mendatang.

Ketika dibuka pendaftaran penerimaan anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) oleh Panitia Pengawas (Panwas) Kota Lubuklinggau, Ibu satu anak ini turut mendaftarkan diri untuk menjadi Panwascam Lubuklinggau Utara II. Tahapan proses perekrutan tidaklah mudah, karena di Kecamatan tempat dia berdomisili memiliki jumlah pendaftar terbanyak dibanding kecamatan lain se-Kota Lubuklinggau, yakni 37 orang peserta sementara yang diterima hanya 3 orang.

Berbekal keyakinan dan doa kepada Allah SWT, setelah melalui beberapa proses penjaringan yang sangat melelahkan, dari 37 orang peserta, saat pengumuman oleh Panwas Kota Lubuklinggau, Mardiana yang dipanggil Diana oleh rekan-rekannya ini akhirnya lolos bersama dua orang lainnya Joni Pranata dan Bahori, untuk Panwascam Lubuklinggau Utara II. Setelah pengumuman ke-24 anggota Panwascam terpilih se-Kota Lubuklinggau resmi dilantik secara serentak se-Sumatera Selatan di Ampera Convention Center (ACC) Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Palembang.

“Sesuatu banget,” ungkap ibu cantik berkulit putih ini saat menceritakan dirinya terpilih sebagai peserta mewakili kota Lubuklinggau untuk penyematan pin, berdiri di barisan terdepan saat pelantikan serentak bersama perwakilan dari daerah lain se-Sumsel.

Tidak sampai di situ anugerah yang diberikan Allah SWT kepada dirinya, setelah pelantikan saat pemilihan ketua, di Hotel Duta Palembang, dua orang rekannya Joni dan Bahori sepakat memilih dirinya untuk menjabat sebagai ketua Panwascam Lubuklinggau Utara II.

“Terima kasih ya Allah,” ujarnya.

Kepada kedua rekannya Mardiana menyampaikan, ‘Ketua’ hanyalah sebutan belaka, tugas dan wewenang serta hak dan tanggung jawab di Panwascam Lubuklinggau Utara II adalah sama. Selanjutnya dia berharap semoga tim yang dipimpinnya menjadi tim yang solid selalu kompak, dalam menjalankan tugas dapat berlaku jujur, adil, sesuai dengan yang diamanatkan undang-undang dalam mengawal proses demokrasi di negeri ini, terkhusus di Kecamatan tempat Dia bertugas.

Ditanya untuk meminimalisir pelanggaran Pilkada? Ketua Panwascam yang terlihat sangat ramah ini menuturkan, Panwascam Lubuklinggau Utara II lebih mengedepankan pencegahan daripada penindakan. Diantara 3 divisi yang telah dibentuk, yakni ada divisi SDM dan Organisasi diketuai oleh Mardiana, divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga (Hubal) diketuai oleh Joni Pranata dan divisi Penindakan dan Pelanggaran diketuai oleh Bahori.

Melalui divisi pencegahan dan Hubal, pihaknya akan intens berkoordinasi ke pihak-pihak terkait seperti Panitia Pemilihan Kecamatan yang dibentuk Komisi Pemilihan Umum Kota Lubuklinggau, Polsek Lubuklinggau Utara II, Camat Lubuklinggau Utara II, serta banyak memberikan himbauan kepada partai politik, tim sukses dan masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses Pilkada serentak agar berjalan aman, damai sesuai yang diharapkan.

“Mari kita berdoa semoga Pilkada berjalan aman, dan Panwascam Lubuklinggau Utara II jadi yang terbaik, kita juga akan bekerja sama dengan media,” ungkapnya tersenyum. (Rls/09)

Komentar

Rekomendasi Berita