oleh

Diduga Akibat Kabut Asap, Bayi Meninggal Dunia

LINGGAU POS ONLINE -Kabut asap yang melanda wilayah Sumatera Selatan sungguh menyengsarakan. Seorang bayi empat bulan bernama Elsa Fitaloka dikabarkan meninggal, setelah dirawat di RS Ar Rasyid, Km 7, Palembang. Diduga karena ISPA akibat kabut asap.

Namun kerabat Elsa, Agus Darwanto mengungkapkan,  ada dugaan Elsa terkena ISPA akibat kabut asap.

Lewat Akun facebooknya, Agus Derwanto mengunggah kondisi Elsa sebelum meninggal.

“Seorang bayi dari keluarga tidak mampu di Rt.08 Desa Talang Buluh Kec.Tl kelapa Banyiasin diduga menderita penyakit ISPA akibat kabut asap yg semakin pekat,”

“Saat ini tengah dirawat di Rs.Ar Rasyid Palembang tanpa ada jaminan biaya kesehatan apapun. Kepada pihak2 terkait dan para dermawan dimohonkan bantuannya,” tulisnya.

Agus seperti dikutip dari sumeks.co mengungkapkan bahwa Elsa adalah anak dari pasangan Ngadirun (34) dan Ita Septiana (27) warga Talang Buluh Talang Kelapa.

“Masuk rumah sakit hari ini sekitar pukul  11.30 dan dinyatakan meninggal pada pukul.18.35,” terang perangkat desa dan wakil ketua BPD Talang Buluh ini.

Dijelaskan Agus yang kebetulan juga berada di rumah sakit, Elsa tidak ada diagnosa pasti apakah terkena ISPA.

“Dokter jaga sempat bilang karena ISPA tapi dokter spesialis bilang bisa karena paru-paru atau bakteri,” ungkapnya.

Malam ini Elsa sudah dibawa ke rumah duka dan besok (hari ini) akan dimakamkan di TPU terdekat. (jul)

Tak Sempat Dirujuk ke RSMH

Secara medis belum keluar hasil pemeriksaan bayi Elsa di RS Al Rasyid. Penyebab sesak napas itu bisa bermacam – macam.

Hanya saja, lanjut Agus, begitu tiba di RS Ar Rasyid sekitar pukul 11.00 WIB, paramedis langsung memasang alat bantu oksigen.

Elsa dirawat di ruang UGD. Dari pihak rumah sakit itu langsung berinisiatif merujuk bayi tersebut ke RSMH Palembang. Namun, beberapa kali di kontak, di RSMH belum ada kamar.

Sehingga diputuskan dirawat dulu di RS Ar Rasyid. Setelah masuk ke kamar perawatan, dokter spesialis sempat memeriksa kondisi Elsa.

Kata dokternya, tetap harus dirujuk ke RSMH. Meski belum dapat kamar, minimal sudah di IGD. Alat di sana lebih lengkat,” cerita Agus.

Namun, dia mendengar kalau dokter yang memeriksa Elsa mengatakan kalau kondisi sang bayi sudah payah. Sehingga perlu alat bantu pompa pernapasan. Alat itu tidak ada di Ar Rasyid.

“Dikwatirkan nafasnya berhenti, sehingga harus pindah ke RSMH. Ketika proses pemindahan, pasien sudah siap dipindah ke RSMH, bayi itu keburu meninggal,” bebernya. (*)

Sumber: sumeks.co

Rekomendasi Berita